Beranda Jateng Bupati Demak Pukul Kentongan Awali TMMD Sengkuyung

Bupati Demak Pukul Kentongan Awali TMMD Sengkuyung

BERBAGI
Dandim, Bupati Kapolres membuka kegiatan TMMD di Desa Bogosari Kecamatan Guntur. foto:adhi pramanto/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID. DEMAK- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I tahun 2018 kembali digelar Kodim 0716/ Demak dengan tema “TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa”.

Program TMMD ini dinilai telah banyak memberikan pelajaran berharga, mengenai betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong dalam membangun bangsa.

Bupati Demak, HM Natsir, dalam sambutannya di lapangan desa Bogosari Kecamatan Guntur Rabu (4/4) mengatakan, TMMD mampu membangunkan semangat dan percaya diri masyarakat, untuk mengelola potensi yang dimiliki, serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman dan tantangan yang dihadapi.

“TMMD merupakan program terpadu yang dilaksanakan oleh TNI, Pemerintah dan masyarakat yang sangat besar manfaatnya dan bisa dirasakan langsung oleh rakyat. Program semacam ini, sekaligus bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan, serta kegotong royongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan kita di masa sekarang,” ujarnya.

Pembukaan TMMD sendiri ditandai dengan penyerahan alat kerja berupa cangkul dan sekop dan pemukulan kentongan oleh Bupati Demak. Sedangkan untuk lokasi kegiatan, dipusatkan di Bogosari Kecamatan Guntur Demak.

Sementara itu, Dandim 0716/Demak Letkol inf Abi Kusnianto selaku Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa, memaparkan kegiatan TMMD Sengkuyung I dilaksanakan dari tanggal 4 April sampai dengan 3 Mei 2018. Diantaranya diisi dengan pembangunan infrastuktur, sarana prasarana fasilitas umum dan sosial, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di daerah.

“Kegiatan lainnya adalah membuka Isolasi antar desa, sehingga semakln meningkatkan roda perekonomian daerah meningkatnya kesehatan Iingkungan dan sanitasi di kawasan padat penduduk dan kumuh perkotaan serta gerakan masyarakat hidup sehat,” jelasnya.

Disamping itu juga dilakukan kegiatan non fisik berupa, Penyuluhan Deradikalisasi Terorisme, Penyuluhan Bintal dan Kerukunan hidup antar umat beragama, Penyuluhan Bela Negara, Penyuluhan Wasbang, Penyuluhan perkebunan,pertanian, Penyuluhan Pendidikan, seni budaya olah raga dan pariwisata serta Penyuluhan kesehatan.

Kegiatan fisik tersebut, diharapkan bisa meningkatkan antisipasi ketika sewaktu-waktu terjadi bencana alam dan jiwa gotong royong, serta kemanunggalan TNI dan rakyat.

Sedangkan untuk sasaran nonfisik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya kebersihan lingkungan. (adi/biz/muz)

BERBAGI