Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “Bus Bamali” Tingkatkan Kreatifitas Siswa

“Bus Bamali” Tingkatkan Kreatifitas Siswa

15
BERBAGI
Endang Widiarti Ningrum, S. Si. Guru SMP Negeri 1 Sapuran, Wonosobo
Endang Widiarti Ningrum, S. Si. Guru SMP Negeri 1 Sapuran, Wonosobo

WONOSOBO – Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang ada sejak jenjang pendidikan dasar dan termasuk mata pelajaran ujian nasional. Masyarakat umum sering mengukur kecerdasan anak dengan melihat kemampuan menghitung atau nilai matematikanya. Namun, bagi para siswa yang tidak menguasai konsep dengan baik, tidak sedikit yang menganggap bahwa pelajaran matematika adalah “momok” yang menakutkan. Apalagi jika gurunya mempunyai julukan guru “killer”, bertampang seram, tidak ramah, mempunyai kedisiplinan tinggi, galak, tidak variatif dan pembelajarannya membosankan. Hal ini berakibat siswa malas dan bosan mengikuti pelajaran matematika.

“Bus Bamali” merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan di atas dan mempermudah proses pembelajaran matematika khususnya untuk materi bangun ruang sisi datar. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah “Bus Bamali” dapat meningkatkan kreatifitas siswa.Guru dan siswa membuat sendiri “Bus Bamali” dari kertas, plastik atau barang-barang bekas pakai lainnya. ‘Bus Bamali” merupakan alat peraga yang dapat digunakan untuk mempelajari konsep bagian-bagian, materi luas permukaan,materi volume dan pemecahan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar meliputi kubus, balok, prisma dan limas. “Bus Bamali” adalah alat peraga berupa model bangun ruang sisi datar berbentuk kubus, balok prisma dan limas yang disusun menyerupai bentuk bus. Kata “Bus Bamali” merupakan akronim dari kuBUS, BAlok, prisMA dan LImas digunakan untuk mempermudah siswa mengingat nama-nama bangun ruang sisi datar.

Menurut para ahli, pengertian alat peraga pendidikan adalah merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Penggunaan Alat Peraga dalam pembelajaran berdasarkan teori Bruner dalam (Suherman, 2003) menjelaskan bahwa pembelajaran matematika dilaksanakan melalui tahapan-tahapan diantaranya yaitu tahap Enaktif (peserta didik belajar sesuatu pengetahuan dimana pengetahuan itu dipelajari secara aktif, dengan menggunakan benda-benda konkrit atau menggunakan situasi yang nyata), tahap Ikonik (kegiatan penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan peserta didik) dan tahap Simbolik (peserta didik memanipulasi lambang-lambang objek tertentu).

Pada tahap awal “Bus Bamali” digunakan guru sebagai alat peraga untuk mengenal nama-nama bangun ruang sisi datar dan bagian-bagian bangun ruang sisi datar pada saat pembelajaran di dalam kelas dengan mengumpulkan bekas-bekas bungkus sabun, bungkus coklat, bungkus es krim, bungkus snack, bungkus jajanan anak, bungkus pasta gigi dan lain-lain yang berupa kubus, balok, prisma dan limas kemudian disusun menyerupai bentuk bus. Dengan adanya alat peraga yang digunakan guru, siswa menjadi lebih konsentrasi dalam menerima penjelasan guru dan mengerjakan tugas. Pada pertemuan berikutnya, siswa diminta untuk membuat jaring-jaring bangun pembentuk “Bus Bamali”. Siswa mengukur bagian-bagian bangun pada “Bus Bamali” kemudian membuat jaring-jaringnya sesuai dengan ukuran yang mereka peroleh.Siswa dapat menemukan bentuk jaring-jaring yang berbeda meskipun bangunnya sama.

Tugas berikutnya siswa membuat sendiri “Bus Bamali” secara berkelompok dari kertas manila, kertas karton, kertas asturo, plastik dan bahan bekas lain. “Bus Bamali” yang dibuat siswa digunakan untuk menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar. Siswa membuka “Bus Bamali” menjadi jaring-jaring kemudian mengukur panjang sisi-sisinya dilanjutkan dengan menghitung luasnya.Tugas yang diberikan guru menghasilkan hasil karya siswa yang beraneka ragam. Jadi dapat disimpulkan bahwa “Bus Bamali” dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam pembelajaran matematika.

 

Oleh : Endang Widiarti Ningrum, S. Si.

Guru SMP Negeri 1 Sapuran, Wonosobo

 

BERBAGI