Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Buzz Group Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Buzz Group Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

97
Yuni Nur Faizah,S.Pd. Guru SDN Kandangan Temanggung
Yuni Nur Faizah,S.Pd. Guru SDN Kandangan Temanggung

Belajar merupakan suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Adapun perubahan hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti: penambahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lainnya (Sudjana. 2010). Tujuan belajar matematika bukan hanya mampu dalam perhitungan kualitatif tetapi juga dalam penataan cara berpikir, terutama kemampuan dalam menganalisis dan melakukan evaluasi sehingga mampu memecahkan masalah.

Pada pembelajaran matematika materi perkalian bilangan cacah di SD Negeri Kandangan Temanggung masih kurang dipahami siswa karena pada umumnya pendekatan yang digunakan guru dalam pelajaran matematika lebih bersifat konseptual, artinya guru lebih menekankan konsep-konsep dalam matematika. Sedangkan strategi, teknik, metode dan media lebih bersifat operasional hal tersebut menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika.

Guru sebagai salah satu sumber belajar harus dapat menciptakan kondisi belajar yang dapat membuat siswa belajar dengan optimal untuk mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.. Untuk mendukung proses pembelajaran agar berpusat pada siswa maka dibutuhkan model yang tepat yaitu salah satunya model pembelajaran kooperatif tipe buzz group. Buzz Group merupakan salah satu alternatif untuk membantu siswa menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan perkalian bilangan cacah. Menurut Roestiyah (2001: 9) bahwa pembelajaran kooperatif tipe buzz group adalah suatu kelompok besar yang dibagi menjadi 2 (dua) sampai 8 (delapan) kelompok yang lebih kecil sehingga jika diperlukan kelompok kecil ini diminta melaporkan hasil diskusi yang mereka lakukan kepada kelompok besar. Dari pendapat tersebut, bahwa diskusi buzz group merupakan dilakukan pada saat sedang atau akhir pelajaran berlangsung dengan maksud menajamkan, memperjelas materi dan menjawab pertanyaan sehingga informasi pengetahuan dan konsep yang disampaikan guru dapat diterima siswa dengan persepsi yang sama.

Model pembelajaraan kooperatif tipe buzz group mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan, maka peran guru menjadi sangat penting dalam mengatasi kelemahan model ini, seperti menyiapkan perangkat pembelajaran dan hal-hal yang dibutuhkan sebelum pelaksanaan pembelajaran, menjadi motivator siswa untuk mempelajari materi yang akan diajarkan lebih dahulu, menjadi fasilitator disaat siswa mengalami kesulitan dan selalu memantau kegiatan diskusi siswa sehingga diskusi dapat berjalan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Barkley (2012:170) menjelaskan bahwa langkah yang dapat digunakan dalam pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe Buzz Group diantaranya yaitu sebelum pembelajaran dimulai guru memberikan motivasi kepada siswa, kemudian guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil beranggotakan 3-4 siswa. Guru menyampaikan materi perkalian bilangan cacah bahwa perkalian merupakan penjumlahan berulang disertai dengan pemberian beberapa contoh. Guru menentukan topik maslah ( tugas) yang sama kepada tiap kelompok yang akan didiskusikan dengan batas waktu tertentu. Selama diskusi berlangsung guru memantau dan memperatikan aktifitas siswa dengan mengunjungi setiap kelompok yang memerlukan bantuan dalam memahami tugasnya. Setelah waktu selesai, guru mengadakan diskusi kelas untuk memperbaiki konsep siswa.

Penggunaan model Buzz Group materi perkalian bilangan cacah pada SD Negeri Kandangan Temanggung mampu membawa siswa ke dalam suasana rasa senang dan terjadi komunikasi yang baik antar siswa. Terlibatnya emosional dan mental akan berpengaruh terhadap semangat siswa belajar dan kondisi pembelajaran lebih hidup. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang meningkat.

Yuni Nur Faizah,S.Pd.
Guru SDN Kandangan Temanggung