Beranda Headline Caleg Gerindra Diadukan Selingkuh dengan Oknum Pejabat Semarang

Caleg Gerindra Diadukan Selingkuh dengan Oknum Pejabat Semarang

2564
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Jelang Pemilu legeslatif (Pileg) 2019, Kota Semarang gempar. Calon legeslatif (Caleg) DPRD Jateng dari Partai Gerindra, Rania Noor Setiawatie diduga telah berbuat asusila dan menjadi perebut lelaki orang (pelakor).

Pasalnya, dugaan itu setelah caleg dari daerah pemilihan (Dapil) Jateng 1 nomor urut 3 tersebut dilaporkan oleh Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang ke DPD Partai Gerindra Jateng. Laporan disampaikan melalui surat tertanggal 19 Oktober 2018.

Tidak jelas siapa yang membuat surat laporan tersebut. Dalam surat itu tidak ada nama pelapor, tapi hanya mengatasnamakan Perempuan Indonesia Raya. Surat itu juga disampaikan ke sejumlah wartawan. Sehingga menjadi konsumsi publik.

“Dia adalah seorang pelakor yang telah menjalin hubungan selingkuh dengan seorang pejabat publik Kota Semarang yang sudah berkeluarga. Partai Gerindra seharusnya memiliki komitmen terhadap norma dan agama yang ada di masyarakat,”ungkap pengirim surat, yang mengatasnamakan Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang.

Atas perbuatan tersebut, Partai Gerindra diminta memberi sanksi tegas kepada Rania Noor Setiawatie dianggap telah melanggar norma sosial dan agama. Partai Gerindra juga diminta membatalkan pencalegkan Rania Noor Setiawatie. Terakhir Rania Noor Setiawatie dituntut meminta maaf kepada masyarakat.

Rania Noor Setiawatie yang biasa dipanggil  Nia mengaku sampai sekarang belum dipanggil partai untuk dikonfirmasi. “Saya belum dipanggil dan belum tahu,”akunya.

Dia menyatakan kalau ada tuduhan terkait dirinya melakukan asusila dan menjadi pelakor, apakah ada buktinya atau tidak. Dia minta dibuktikan saja “Kalau saya merebut suami orang, ada buktinya tidak,”katanya, Minggu (21/10).

Tapi ketika ditanya hubungannya dengan salah seorang pejabat Kota Semarang, ia menyatakan tidak mau berbicara. “Saya nggak mau bicara itu. itu masalah privat. Saya sudah menerima keputusannya, dan tidak mempermasalahkan lagi”ujarnya.

Meski tidak mau bicara, ia mengakui bahwa pejabat publik Kota Semarang tersebut sedang dalam proses pencopotan dari jabatannya. “ “Saya sudah dapat kabar itu (pergantian antar waktu, red),”tukasnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra Abdul Wachid saat dikonfirmasi mengaku belum membaca surat dari Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang yang disampaikan ke DPD Partai Gerindra, terkait dengan Rania Noor Setiawatie.

“Saya belum baca surat aduannya itu. Nanti akan saya tanyakan kepada bagian seleksi caleg,”akunya.

Menurutnya, karena ini sudah ramai, kalau benar bisa mengganggu elektabilitas partai menjelang pemilu. “Kalau ini sudah ramai akan mengganggu elektabilitas partai menjelang pemilu. Kita tidak segan untuk menggantinya kalau memang benar. Hubungan intim di luar nikah itu tidak boleh,”tegas Abdul Wachid.

Abdul Wachid menambahkan, sekarang ini memang daftar calon tetap (DCT) telah ditetapkan oleh KPU dan tidak bisa lagi dilakukan penggantian caleg. Tapi untuk pelantikan, partai masih memiliki kewenangan.

“Ya kalau sekarang silahkan berjalan dulu pencalonannya. Karena memang belum ada kekuatan tetap. Tapi kalau terbukti melakukan asusila dan menjadi pelakor, maka yang bersangkutan tidak akan dilantik kalau sampai terpilih,”tukasnya.(ahm)

BERBAGI