Beranda Jateng Solo CCI Komitmen Dampingi Pengusaha Tekstil

CCI Komitmen Dampingi Pengusaha Tekstil

Teknologi Ramah Lingkungan Jadi Tren

108
TEKNOLOGI : Head of Technology RIETER, Harald Schwippl menjelaskan teknologi terkini pemintalan benang dalam seminar yang digelar CCI pemegang merk dagang Cotton USA di Hotel Best Western Premier, Solo Baru, Jumat (26/4).
TEKNOLOGI : Head of Technology RIETER, Harald Schwippl menjelaskan teknologi terkini pemintalan benang dalam seminar yang digelar CCI pemegang merk dagang Cotton USA di Hotel Best Western Premier, Solo Baru, Jumat (26/4).

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Asosiasi perdagangan nirlaba yang mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS) dan produk kapas dengan merek dagang Cotton USA, Cotton Council International (CCI) bersama Asosiasi Pertekstilan Indonesia ( A P I ) berkomitmen untuk mendampingi pelaku industri tekstil di Tanah Air agar bisa bersaing di tingkat global. Salah satunya melalui seminar yang mengupas teknologi tekstil terkini sesuai tren global.

Direktur Eksekutif CCI, Bruce Atherley mengatakan, selain di Solo seminar serupa juga digelar di Bandung. Dimana dalam seminar tersebut pihaknya turut membawa patner Cotton USA dibidang teknologi mesin pertekstilan untuk memberikan gambaran kepada pengusaha tekstil di Indonesia mengenai tren teknologi terkini di dunia. Baik untuk mesin uji coba total, mesin rajut dan pemintalan.

“Kami memilih Solo dan Bandung, karena keduanya merupakan pusat industri tekstil di Indonesia dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi atau update mengenai kapas Amerika dan juga teknologi. makanya diundang juga ada partner dari permesinan dengan tujuan memberika informasi teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Ditambahkan Head of Technology RIETER, Harald Schwippl, tren teknologi industri tekstil saat ini tak jauh beda dengan tren bahan, yakni ramah lingkungan.

“Ramah lingkungan ini selain berkelanjutan tentunya juga lebih hemat energy, air dan minim polusi. Keempat faktor ini yang sekarang menjadi tren dunia. Dan kami sebagai pemasok semua komponen mesin tekstil bisa masuk di semua negara dan dengan bahan apapun karena kami netral. Tapi memang agar hasilnya benar-benar berkualitas dan efi sien bahan paling tepat ya Cotton USA,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Technical Expert MURATA, Akitsugu Mori. Teknologi pemintalan di Indonesia saat ini masih sangat konservatif, sehingga dibutuhkan restrukturisasi mesin-mesin pemintalan agar bisa menyesuaikam dengan teknologi terbaru saat ini yang menuntut ramah lingkungan. Sementara itu, Wakil Ketua API Jateng, Liliek Setiawan mengatakan penting bagi pengusaha tekstil Indonesia untuk mendapatkan edukasi mengenai teknologi tekstil terkini. Apalagi sudah saatnya ada restrukturisasi mesin tekstil di Tanah Air.

“Karena itu kami merasa menggandeng CCI sangat tepat untuk menjelaskannya kepada para pengusaha tekstil, khususnya yang ada di Solo Raya ini,” ujarnya. (Jay/bis/rit)