Beranda Politik Cegah Politik Pragmatis, Panwas Gandeng Organisais Kepemudaan

Cegah Politik Pragmatis, Panwas Gandeng Organisais Kepemudaan

143
BERBAGI
Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kota Semarang menggandeng elemen kepemudaan untuk terlibat dalam pengawasan pemilu partisipatif. FOTO : ANBAR ADI WINARSO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pengawasan partisipatif warga diupayakan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Kota Semarang pada Pilgub Jateng 2018. Panwas menggandeng peran pemuda dalam ormas. Diharapkan kedepan pemuda mampu menjadi pengawas independen di lingkungan masing-masing.

Divisi Penindakan Panwaslu Kota Semarang, Edo Rizki Ermansyah mengatakan, keterlibatan para pemuda demi memperluas jejaring pengawasan agar bisa berjalan secara masif di Semarang. Jumlah organisasi kepemudaan yang dilibatkan tidak terbatas mengingat cakupan wilayah Semarang yang cukup luas.

“Ada peran dari pemuda tergabung dalam anggota karang taruna dan Pramuka untuk mendukung bagian tugas kami dalam menyosialisasikan peran aktif masyarakat di Pilgub Jateng yang akan digelar 2018 nanti,” katanya, kemarin.

Pengawasan partisipatif para pemuda ini sebagai antisipasi sikap pragmatis dalam menyongsong Pemilu. Mereka menjadi mitra Panwaslu yang bisa aktif mencermati dinamika politik yang berkembang saat ini.

“Mereka bisa bisa memanfaatkan fasilitas pojok pengawasan di kantor Panwas Kota Semarang secara maksimal. Bila ada informasi kecurangan bisa diteruskan ke Panwas kota,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong untuk para pemuda bisa ikut mendaftarkan diri sebagai petugas PPL di tiap kelurahan. Panwaslu menyebut ada 177 kuota yang disediakan bagi semua elemen masyarakat yang ingin terlibat menjadi PPL termasuk para pemuda.

Ia memperkirakan jumlah TPS di Semarang akan membengkak saat Pilgub dari kondisi awal ada 2.096 TPS. “Peran pemuda akan sangat efektif jika dilibatkan untuk mengawasi proses pemilihan di tiap TPS,” pungkasnya. (aam/udi)