Beranda Politik Cek Distribusi BST, Mensos Juliari Batubara Targetkan 8,3 Juta KK Terima Sebelum...

Cek Distribusi BST, Mensos Juliari Batubara Targetkan 8,3 Juta KK Terima Sebelum Lebaran

14
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengecek pendistribusian bantuan sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Solo, tepatnya di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Kamis (21/5).  Foto : Putri Wijayanti/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Menteri Sosial Juliari P Batubara mengecek pendistribusian bantuan sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Solo, tepatnya di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Kamis (21/5). Ia menargetkan pembagian bantuan kepada warga terdampak Pandemi Covid-19 tersebut bisa selesai Sabtu (23/5) besok atau tepat sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Target kita Sabtu selesai pendistribusian untuk 8,3 juta kepala keluarga (KK) se-Indonesia. Saat ini sudah terealisasi sekitar 5 juta KK. Makanya penyaluran BST terus kita kebut agar target terkejar,” jelasnya.

Ia menyebut untuk mengejar target pendistribusian, penyaluran BST tidak hanya dilaksanakan di Kantor Pos saja, namun juga di kantor-kantor kelurahan, balai desa hingga pendirian tenda di komunitas tertentu. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia untuk bisa memenuhi target distribusi BST.

Ayah dua anak itu mengaku hampir setiap hari ditelepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menanyakan apakah BST sudah dibagikan pun juga bantuan sembako. “Bantuan ini memang merupakan inisiatif bapak presiden dan hampir setiap hari menanyakan kepada saya agar segera dibagikan karena masyarakat sangat memerlukan. Dan bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah Pandemi Covid-19 seperti saat ini,” imbuhnya.

Sedangkan terkait data ganda, Mensos mengatakan menjadi tugas Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan penyaringan data. Apalagi data yang masuk merupakan data yang diajukan masing-masing Pemda. Sehingga tugas Pemda memastikan agar bantuan tepat sasaran.

“Kan yang di lapangan Pemda, yang mengenal warganya juga Pemda, bukan Kemensos. Jadi yang tahu datanya Pemda termasuk yang melakukan pendataan, karena dari Kemensos tidak ada pendataan,” ujarnya.

Sementara itu, saat memantau proses distribusi BST di Kelurahan Jagalan, Mensos sempat mengikuti alur mulai dari warga datang, mengantri hingga mengambil dana BST. Iapun memuji penyaluran BST di Solo yang cukup tertib dan memperhatikan protokol kesehatan.

“Alurnya saya cek, saya tanya ke penerima BST-nya, tentunya mereka sangat bahagia diberikan perhatian oleh Presiden. Tentunya di kondisi yang sangat sulit bantuan sekecil apa pun sangat bermanfaat buat masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, terkait data ganda sejak awal pihaknya sudah melakukan verifikasi data sejak data yang diterima dari PT Pos Indonesia. “Jadi begitu ada data kita verifikasi dulu kemudian kita laporkan. Kalau ditemukan data ganda otomatis tidak diberikan. Tapi harapannya kuotanya kembali ke Solo,” ujarnya. (jay/bis)