Beranda Lifestyle CFD Solo Akan Diliburkan Sementara Selama 2 Pekan Menyambut Lebaran

CFD Solo Akan Diliburkan Sementara Selama 2 Pekan Menyambut Lebaran

194

JATENGPOS.CO.ID, Solo – Dinas Perhubungan Kota Surakarta akan meliburkan “car free day” (CFD) selama dua minggu, yaitu tanggal 2 dan 9 Juni dalam rangka menyambut Lebaran 2019.

“Tujuannya untuk memastikan kelancaran arus mudik yang melewati Kota Solo,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno di Solo, Rabu.

Apalagi, pihaknya menargetkan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 2 Juni 2019 mengingat pada tanggal 1 Juni para pegawai masih akan mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila.

“Perkiraannya jumlah pemudik yang masuk Jawa Tengah di kisaran 5,6 juta. Kalau untuk Solo sendiri sampai 642.000 pemudik,” katanya.

Selain itu, dioperasikannya ruas tol Transjawa diperkirakan akan menyumbangkan tingkat kemacetan di Solo.

“Solo kan punya daya tarik, seperti wisata kuliner. Yang menarik lagi adalah pintu tol sangat dekat dengan Kota Solo. Perkiraannya jumlah kendaraan akan naik 4 persen, yaitu tahun lalu 6,7 juta kendaraan, tahun ini naik jadi 7 juta kendaraan yang melintasi Surakarta,” katanya.

Ia mengatakan angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan asli Solo yang hanya sekitar 800.000 kendaraan dengan jumlah warga sekitar 550.000 orang.

Selain meliburkan CFD untuk memastikan kelancaran mudik, pihaknya juga mewaspadai titik rawan macet, di antaranya Klodran karena merupakan titik keluar masuk tol dan Simpang Joglo karena tidak ada pembatasan kendaraan yang signifikan sehingga antrean kendaraan akan cukup panjang.

“Selain itu, di Gladak Soedirman ada pembangunan infrastruktur dan kebetulan lokasi tersebut berdekatan dengan pusat bisnis. Lokasi lain yang juga harus diwaspadai sebagai titik kemacetan di antaranya Gilingan, Kerten, perlintasan sebidang yaitu Purwosari dan Pasar Nongko,” katanya.

Meski ada beberapa lokasi yang diperkirakan menjadi titik rawan macet, pihaknya tidak akan melakukan rekayasa lalu lintas.

“Kami sudah memasang RPPJ (rambu pendahulu penunjuk jurusan, red) di 129 titik. Ini menjadi penunjuk masyarakat yang ingin bepergian. Kecuali tidak bisa diurai, baru akan ada rekayasa lalu lintas,” katanya. (fid/ant)