Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Ciptakan Karakter Melalui Wawasan Wiyata Mandala

Ciptakan Karakter Melalui Wawasan Wiyata Mandala

BERBAGI
Sri Mahmudah, S.Pd Guru Smp n 37 Semarang
Sri Mahmudah, S.Pd Guru Smp n 37 Semarang

JATENGPOS.CO.ID, – Pada masa sekarang ini banyak dijumpai perilaku menyimpang dari norma–norma agama maupun norma-norma susila. Masyarakat kita sudah dapat dikatakan jauh dari peradaban. Agama yang mestinya digunakan sebagai pedoman berperilaku dalam masyarakat malah banyak yang mengabaikanya. Sejak anak-anak , mereka kurang mempelajari agama. Bahkan lebih nyaman dan merasa tentram dengan permainan digital atau game on line. Jika dewasa kelak tentunya anak-anak tersebut akan menjadi orang yang lalai dengan agama dan berperilaku menyimpang dari norma yang berlaku dalam masyarakat.

Sopan santun anak-anak maupun orang dewasa sudah aus ditelan zaman, anak-anak tidak bisa berperilaku sopan terhadap sesamanya. Sementara itu orang tua zaman sekarang tidak banyak yang dapat memberikan suri tauladan bagi anak-anaknya untuk berperilaku baik. Rasa hormat kepada mereka yang lebih tua sudah sirna.

Mewujudkan masyarakat berkarakter, membutuhkan kerja keras penuh kedisiplinan oleh semua pihak dan berbagai lapisan masyarakat. Pihak-pihak  yang bertanggung jawab mewujudkan masyarakat berkarakter adalah masyarakat itu sendiri, lembaga kemasyarakatan, organisasi sosial, ataupun pemerintah. Pemerintah melalui lembaga pendidikan sebagai Wawasan Wiyata Mandala melaksanan  pengajaran berpedoman pada kurikulum 2013 dan menekankan  Penerapan Pendidikan Karakter ( PPK ).

Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang beruwud  suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

Penerapan pendidikan karakter diharapkan peserta didik nantinya tumbuh dan bekembang menjadi insan pribadi yang berkarakter. Dalam perkembangan selanjutnya diharapkan akan terbentuk suatu masyarakat yang berkarakter pula.

Pada dasarnya nilai karakter meliputi beberapa jenis karakter, namun karakter yang terkait pembelajaran di sekolah yaitu karakter religious, disiplin, jujur, mandiri dan cinta tanah air.

Melalui karakter religius kita membiasakan peserta didik selalu berdoa  diawali pembacaan Asmaul Khusna dipandu secara sentral bagi siswa muslim. Sedangkan peserta didik non islam juga mengadakan pendalaman Al Kitab dan doa bersama ditempat lain. Ketika Istirahat kedua peserta didik melaksanakan  pembiasaan sholat dhuhur berjamaah .

Disiplin merupakan wujud karakter yang tidak boleh dilewatkan  dalam dunia pendidikan karena disiplin bagian  perilaku yang dapat membentuk karakter semangat, rajin, dan taat pada aturan. Melalui kedisiplinan peserta didik dapat meraih kesuksesan di masa depannya. Penegakan disiplin kita terapkan dengan kegiatan 5S ( senyum, sapa, salam, sopan dan santun ). Kegiatan 5 S sekaligus  digunakan untuk penegakan disiplin yaitu bapak ibu guru dalam waktu yang bersamaan memeriksa atribut, kelengkapan dan kerapian seragam peserta didik. Peserta didik yang kelengkapan atributnya kurang, pelanggaran seragam, dan terlambat   datang akan dicatat oleh petugas OSIS yang akan ditindak lanjuti oleh guru BK.

Kejujuran dalam mengerjkan soal, berbicara, dan tanggung jawab dalam piket kelas maupun kebersihan lingkungan sekolah merupakan perwujudan pendidikan karakter. Nasionalisme adalah rasa menghormati, rasa menghargai, rasa memiliki, rasa kebanggaan dan loyalitas terhadap negara yang harus dimiliki oleh seseorang. Oleh karena itu, pembiasaan harus diterapkan terhadap peserta didik, misalnya : menyanyikan lagu Indoesia Raya, pengibaran bendera Merah Putih, membaca Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, mengikuti upacara bendera disekolah. Menghormati simbul-simbul negara seperti : Lambang Garuda Pancasila,Teks Pancasila, Bendera Merah Putih harus tertanam pada sanubari peserta didik. Penerapan karakter tersebut diharapkan kelak menjadi warga negara yang benar-benar mencintai  rasa Nasionalisme yang tinggi. Semua kegiatan di lingkungan sekolah tersebut merupakan perwujudan karakter wawasan wiyata mandala.

Penanaman karakter melalui   pembiasaan perilaku peserta didik di lingkungan sekolah, kita berharap kelak peserta didik dapat menjadi warga masyarakat yang baik memliki karakter :   religus, disiplin, jujur, mandiri, dan Cina Tanah Air. Anggota masyarakat yang berkarakter memang sangat dibutuhkan oleh negara untuk membantu pewujudkan pembangunan disegala bidang sebagai prasarat terbentuknya negara yang adil dan makmur.

Sri Mahmudah, S.Pd

Guru  Smp n 37 Semarang

BERBAGI