Beranda Sekolah Hebat Opini Guru CLGI dalam Pemahaman PPKn di SMPN 9 Semarang

CLGI dalam Pemahaman PPKn di SMPN 9 Semarang

101
Sri Edi Yuniastuti, S.Pd. (Guru PPKn di SMP Negeri 9 Semarang)
Sri Edi Yuniastuti, S.Pd. (Guru PPKn di SMP Negeri 9 Semarang)

PPKn merupakan mata pelajaran yang multidimensional, mencakup; ilmu politik, hukum, sosiologi, antropologi, psikologi, dan disiplin ilmu lainnya. Pembelajaran PPKn, dirumuskan dalam pengembangan daya nalar dan pembangunan karakter peserta didik. Dengan demikian, PPKn memiliki posisi strategis dalam pengembangan karakter dan wawasan kewarganegaraan maupun kebangsaan.

Menurut hasil pengamatan, sebagian besar peserta didik SMP Negeri 9 Semarang kurang berminat terhadap pelajaran PPKn. Indikatornya antara lain; (1) saat pelajaran dimulai, sebagian peserta didik masih ada yang terlambat masuk kelas; (2) suasana pembelajaran yang kurang interaktif; dan (3) rendahnya tingkat pemahaman pembelajaran PPKn. Kondisi yang demikian, harus segera mendapatkan penanganan agar pembelajaran PPKn lebih berkualitas.

Salah satu penanganan yang diusulkan adalah penerapan model pembelajaran yang lebih menyenangkan, inovatif dan motivatif. Model pembelajaran yang diterapkan adalah Cooperative Learning (CL) tipe Group Investigation (GI), yang disebut sebagai CLGI. CL merupakan metode belajar kelompok untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran, perkembangan kognitif, dan elaborasi kognitif (R.E. Slavin, 2010:177), menyenangkan dan memberikan tingkat kepuasan (Turan, Konan, Kiliç, & Özvaris, 2012:226).

CLGI pertama kali dikembangkan oleh Yael Sharan dan Shlomo Sharan (Sharan & Sharan, 1989:17). Johnson dan Smith (2007) dalam Sojayapan dan Khlaisang (2018:2) menjelaskan bahwa CLGI adalah model pembelajaran yang mendorong peserta didik bekerja dan berkomunikasi satu sama lain melalui proses kelompok untuk saling menguntungkan dan untuk pencapaian tujuan tim.

Model pembelajaran CLGI memiliki 6 (enam) tahapan dan langkah-langkah. (1) Identifikasi topik yang akan diselidiki dan pengorganisasian peserta didik ke dalam kelompok penyelidikan (identifying the topic to be investigated and organizing students into research groups). Langkah-langkah yang dilakukan peserta didik adalah eksplorasi topik, merumuskan subtopik, presentasi subtopik, dan judul subtopik. (2) Perencanaan penyelidikan dalam kelompok (planning the investigation in groups). Langkah-langkah peserta didik adalah redifinisi masalah, rencana tindakan, dan lembar kerja kelompok. (3) Pelaksanaan penyelidikan (carrying out the investigation). Pada tahapan ketiga, langkah-langkah peserta didik adalah mengumpulkan informasi, analisis, evaluasi data, dan kesimpulan. (4) Tahapan keempat meliputi persiapan dan penyusunan laporan (preparing a final report). Peserta didik melakukan langkah-langkah dalam pengumpulan data, penyusunan laporan dan presentasi. (5) Presentasi laporan (presenting the final report). Adapun langkah-langkah yang dilakukan peserta didik pada tahap ini mencakup jadwal presentasi, presentasi kelas, dan revisi. (6) Tahapan terakhir CLGI adalah evaluasi (evaluation). Pada tahapan evaluasi, peserta didik melakukan kolaborasi, pemahaman dan aktualisasi.

CLGI dapat meningkatkan keaktifan, minat dan hasil belajar secara signifikan. Bagi jenjang/sekolah dengan karakteristik yang relatif sama dapat menerapkannya. Dengan instrumen yang memiliki validitas dan reliabiltas tinggi, CLGI dapat memberikan tingkat kepuasan yang tinggi pula terhadap peserta didik maupun pendidik.

Sri Edi Yuniastuti, S.Pd.
(Guru PPKn di SMP Negeri 9 Semarang)