Beranda Sekolah Hebat Opini Guru COLLABORATIVE WRITING DENGAN WHATSAPP GROUP

COLLABORATIVE WRITING DENGAN WHATSAPP GROUP

327
Dyah Retno Purwaningsih, S.Pd Guru SMA Negeri 1 Wonogiri
Dyah Retno Purwaningsih, S.Pd Guru SMA Negeri 1 Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID – Aplikasi whatsapp menjadi fitur yang lumrah digunakan bagi semua pemilik android. Pun dengan whatsapp group yang mungkin berjumlah puluhan di tiap hp. Whatsapp group atau mudahnya disebut wag, menjadi pilihan media bertukar dan berbagi informasi dalam suatu komunitas. Mudah, cepat, dan lengkap dengan pilihan penyertaan foto, audio, video, maupun berbagai format dokumen.

Preferensi siswa menggunakan aplikasi ini bisa dimanfaatkan guru untuk melaksanakan pembelajaran secara lebih menyenangkan. Dalam Bahasa Inggis untuk pembelajaran suatu genre teks tertentu, wag bisa menjadi pilihan berlatih writing;menyusun jumbled paragraphsmenjadi teks utuh. Aktivitas pembelajaran ini mampu menghidupkan kelas dengan partisipasi aktif semua siswa karena setiap siswa mendapat bagian yang harus diselesaikan. Penulis akan memberikan gambaran dengan teks report.

Beberapa teks report dengan tema berbeda dipotong menjadi potongan teks sesuai dengan jumlah siswa dalam kelas. Tiap lembar kecil tersebut dibagikan secara acak ke seluruh kelas. Guru menginstruksi siswa melalui pesan dalam wag, siswa diminta memahami isi teks termasuk kosa kata baru. Siswa yang merasa mendapat potongan berisigeneral classification harus menuliskan pesan pertama wag.

Dengan demikian, misal ada 4 topik berbeda, seharusnya ada 4 pesan masuk. Guru mengoreksi apakah 4 pesan masuk sesuai dengan perintah, berupa general classification. Jika tidak, guru memberi isyarat jawaban salah dengan emoticon , misalnya wajah sedih atau tanda silang. Lalu guru menegaskan kembali perintah melalui pesan wag.

Memahami struktur teks

Guru akan mengetahui pemahaman siswa tentang struktur teks. Pertama tentanggeneral classification dalam teks report. Selanjutnya, melalui pesan wag, guru kembali meminta siswa untuk melanjutkan general classification dengan mengetikkan description dengan potongan yang mereka miliki. Siswa menyambung dengan paragraf yang koheren. Pengetikan dengan cara copy paste pesan yang memiliki topik yang sama, kemudian mengetikkan lanjutan paragraf dengan potongan yang dimiliki. Dengan demikian, pada akhir kegiatan, hanya akan ada 4 pesan besar yang merupakan teks utuh.

Menambah kosa kata

Siswa tertuntut untuk memahami topik dan isi paragraf teman temannya dalam whatsapp chatt.Siswa “terpaksa” membaca semua pesan untuk menentukan apakah potongan paragraf miliknya merupakan kelanjutan dari pesan sebelumnya. Jika iya, siswa tersebut mengetikkan isi paragraf setelah menyalin dan menempel pesan sebelumnya. Jika tidak, siswa akan terus berusaha membaca semua pesan. Karena terdapat sekian topik teks, maka semua siswa akan terpapar dengan kosa kata maupun kata khusus dalam topik-topik tersebut. Siswa mengembangkan keterampilan membaca dan menulis dalam satu proses. Di sini terdapat proses acquisition.

Belajar berkolaborasi

Dalam hal mencari teman kelompok berdasarkan kesamaan topik potongan paragraf yang mereka miliki, siswa akan berlatih bekerjasama; berkolaborasi tanpa harus duduk bersama. Kelompok yang terbentuk karena kesamaan topik ini, selanjutnya akan bekerjasama untuk menyelesaikan tugas menyusun satu teks utuh. Kolaborasi inimenunjang penguatan pendidikan karakter.Siswa yang telah mengetikkan bagiannya dengan benar, terdorong untuk saling mengingatkan teman dalam tim maya agar teks utuh terbentuk dengan sempurna.

Evaluasi efektif.

Guru mengikuti aktivitas kelas dengan mudah, membaca semua pesan, mengoreksi ketepatan susunan potongan paragraf dalam sekali proses. Kesalahan susunan cukup direspon dengan emoticon. Cara ini akan lebih asik bagi siswa karena medsos merupakan dunia mereka. Tim penyusun teks tercepat dan tepat diapresiasi denganemoticon gambar wajah, piala, bintang, atau angka dalam pesan wag.

Kelas tenang, siswa aktif

Aktivitas pembelajaran dengan wag bisa dilaksanakan seperti kelas maya. Semua disampaikan melalui wag. Kelas tenang, namun dinamika akan jauh lebih terasa karena semua siswa aktif.

Dyah Retno Purwaningsih, S.Pd
Guru SMA Negeri 1 Wonogiri