Beranda Headline Corona di Jateng Tembus 60 Ribu

Corona di Jateng Tembus 60 Ribu

Tertinggi Kota Semarang 9.288 Kasus

15

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengungkap data terbaru kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Tercatat total ada 60.867 kasus virus Corona di Jateng hingga Jumat lemarini.

Dari data yang diunggah di website corona.jatengprov.go.id, Jumat (4/12) pukul 12.00 WIB, dari angka di atas 9.377 pasien masih dirawat, 47.561 sembuh, dan 3.929 meninggal.

Bila dibandingkan dengan data Kamis yang berjumlah 59.747 kasus, maka ada jumlah total kasus positif virus Corona di Jateng bertambah sebanyak 1.120 kasus. Kemudian dari jumlah tersebut kasus pasien dirawat bertambah sebanyak 158 orang, kasus sembuh bertambah 912 orang, dan kasus meninggal bertambah 50 orang.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah masih memantau 7.5242 kasus suspek Corona di wilayahnya. Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan kasus suspek virus Corona di Jateng sebanyak 117.

Di situs tersebut, Pemprov Jateng tidak mencantumkan data kasus probable COVID-19.

Dari data tersebut Kabupaten/Kota dengan kasus terbanyak terkonfirmasi Corona berasal dari Kota Semarang dengan 9.288 kasus. Kemudian disusul Kendal dengan 2.827 kasus, Jepara dengan 2.715 kasus, Kudus dengan 2.637 kasus, dan Kebumen dengan 2.616 kasus.

Sedangkan untuk kasus meninggal terbanyak berasal dari Kota Semarang dengan 858 kasus. Selanjutnya Demak dengan 313 kasus Corona meninggal, Kudus dengan 293 kasus, Pati dengan 213 kasus, Jepara dengan 175 kasus, dan Wonosobo dengan 122 kasus.

Sementara itu, sebaran kasus Corona terbanyak ditangani Dinkes Kota Semarang dengan terkonfirmasi positif sebanyak 3.226 kasus. Kemudian disusul RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 1.732, Dinkes Kabupaten Jepara dengan 1.604 kasus, RSUDP Dr Kariadi Semarang 1.467 kasus, dan Dinkes Kabupaten Kebumen sebanyak 1.359 kasus.

Untuk kasus meninggal terbanyak berasal dari RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dengan 298 kasus. Kemudian disusul di RSUP Dr Kariadi Semarang 277 kasus, RSUD Loekmono Hadi Kudus dengan 176 kasus, dan RSU Mardi Rahayu Kudus dengan 122 kasus Corona meninggal.

Istilah ‘suspek dan probable’ tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Semenyata itu kssus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Jumat pukul 12.00 WIB bertambah 5.803 kasus, sehingga total kasus COVID-19 di Indonesia menjadi 563.680 kasus.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, pasien yang sembuh per hari ini bertambah 3.625 orang sehingga total keseluruhan pasien COVID-19 yang berhasil pulih sebanyak 466.178 orang.

Jumlah tersebut didapatkan dari spesimen yang diperiksa per hari ini sebanyak 59.365 sampel. Dengan pertambahan ini, jumlah spesimen yang telah diperiksa di Indonesia secara kumulatif mencapai 5.926.986 spesimen.

Sementara itu, untuk kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal hingga kini bertambah 124 jiwa sehingga terdapat total 17.479 kematian.

Secara umum, total suspek per hari ini sebanyak 69.016 orang. Kemudian, COVID-19 telah menjangkit 34 provinsi di Tanah Air yang mencakup 507 kabupaten dan kota.

Lebih rinci, penambahan kasus positif baru hari ini paling banyak dilaporkan di DKI Jakarta dengan 1.032 kasus, Jawa Barat 992 kasus, Jawa Tengah 891 kasus, Jawa Timur 564, Kalimantan Timur 231 kasus, Sumatera Barat 209, Yogyakarta 181 kasus, Sulawesi Selatan 180 kasus, Riau 155 kasus dan Banten 130 kasus.

Di samping itu terdapat dua provinsi yang melaporkan penambahan kasus baru di bawah 10 orang dengan satu di antaranya tanpa kasus sama sekali yakni Kalimantan Tengah.

Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan kasus meninggal per hari ini paling banyak yaitu 33 jiwa. Kemudian diikuti DKI Jakarta 23 kematian dan Sumatera Barat sembilan kematian.

Sementara provinsi yang melaporkan pasien pulih paling banyak hari ini yakni DKI Jakarta dengan 935 orang telah sembuh, diikuti Jawa Barat 379 kasus sembuh, Jawa Timur 338 kasus sembuh dan Jawa Tengah 333 kasus sembuh serta Papua 224 kasus sembuh.

Hingga Jumar, data kumulatif kasus positif COVID-19 paling banyak di Indonesia terjadi di DKI Jakarta dengan 141.270 kasus diikuti oleh Jawa Timur 63.901, Jawa Tengah 59.228 kasus, Jawa Barat 56.799 kasus dan Sulawesi Selatan 21.237 kasus.

Pasien sembuh paling banyak dilaporkan di DKI Jakarta 127.977, Jawa Timur sebanyak 55.942 orang, Jawa Barat 46.781, Jawa Tengah 41.310 orang dan Sulawesi Selatan 18.796 orang.

Sedangkan total kematian paling banyak terjadi di Jawa Timur yakni 4.526 jiwa, diikuti oleh DKI Jakarta 2.755 jiwa, Jawa Tengah 2.414 jiwa, Jawa Barat 951 dan Sumatera Utara 625 kematian.(ant/udi)