Beranda Jateng Solo Covid 19 Bertambah, Tokoh Masyarakat dan Forkopimda Disinfeksi Zona Merah  

Covid 19 Bertambah, Tokoh Masyarakat dan Forkopimda Disinfeksi Zona Merah  

9
BERSAMA : Forkopimda bersama tokoh masyarakat melakukan disinfeksi di wilayah zona merah Boyolali. foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Kasus positif COVID-19 di Boyolali terus bertambah. Hingga hari Minggu kemarin, jumlah total warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona sebanyak 239 orang.

Upaya pencegahan penyebaran virus Corona terus dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanangan COVID-19 Boyolali bersama-sama dengan sejumlah elemen masyarakat. Antara lain dengan disinfeksi di perkampungan warga di daerah-daerah zona merah COVID-19.

“Hari ini kita melaksanakan gerakan disiplin protokol kesehatan. Pertama, memakai masker dan cuci tangan serta kita melaksanakan disinfeksi di beberapa wilayah di Kabupaten Boyolali,” ujar Sekda yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanangan COVID-19 Boyolali, Masruri, dalam apel bersama sebelum kegaiatan disinfeksi di Alun-alun Kidul Komplek Kantor Terpadu Pemkab Boyolali, Sabtu (8/8/).

Dengan gerakan serentak ini, diharapkan penularan virus Corona di Boyolali akan segera selesai. Sehingga semua masyarakat diberikan kesehatan dan bisa membangun Boyolali dengan lancar.

“Dengan kegiatan ini, mudah-mudahan virus (Corona) yang di Boyolali segera selesai, masyarakat segera diberikan kesehatan semuanya, kita bisa membangun Boyolali dengan lancar, dengan masyarakat kita diberikan masyarakat yang makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” harap Masruri.

Penyemprotan dilakukan wilayah zona merah Corona. Antara lain di Desa Kiringan, Desa Karanggeneng dan Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota. 

Penyemprotan disinfektan juga diikuti jajaran Forkopimda Boyolali, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Disinfeksi menggunakan mobil Damkar, mobil tangki BPBD hingga kendaraan oeprasional milik TNI dan Polri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan hingga hari Minggu ini jumlah kasus positif COVID-19 di Boyolali sebanyak 239. Dengan rincian, 62 pasien dalam perawatan, 20 orang menjalani isolasi mandiri, sembuh 145 orang dan meninggal dunia 12 orang.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Boyolali, Seno Kusumoarjo, mengatakan pihaknya bersama Gugus Tugas, Forkopimda dan sejumlah elemen di Boyolali termasuk KPU dan Bawaslu melakukan penyemprotan di daerah-daerah zona merah COVID-19. Diharapkan dengan gerakan ini akan semakin menyadarkan masyarakat dalam pencegahan penyebaran virus Corona di Boyolali.

“Harapan kita kedepan, mudah-mudahan dengan gerakan yang kita lanjutkan pada hari ini, dikemudian hari akan mampu menginspirasi dan mendorong warga Boyolali untuk lebih lagi memiliki kesadaran menyangkut langkah pencegahan penyebaran COVID-19, khususnya di Boyolali,” kata Seno Kusumoarjo.

Sedangkan tokoh agama, Sarijo, menambahkan kegiatan penyemprotan disinfektan secara serentak ini diharapkan semakin menggubah masyarakat untuk tetap waspada terhadap COVID-19, di masa adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi Corona. Kegiatan ini juga diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran virus Corona. (aji/biz/rit)