Beranda Hiburan Damai Natal dalam Balutan Seni dan Budaya Nusantara

Damai Natal dalam Balutan Seni dan Budaya Nusantara

BERBAGI
Tampak sejumlah mahasiswa Kristen Semarang tengah menampilkan ragam seni tari dan budaya Nusantara, sebagai simbol persatuan antar umat beragama. FOTO : DWI SAMBODO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Suasana akrab dan damai tampak menyelimuti kegiatan Natal yang dihelat oleh Lembaga Pelayanan Indonesia (LPI) dari persatuan Mahasiswa Kristen se-Kota Semarang. Dalam balutan tema “Kehadirannya Mempersatukan Kita”,  acara menyambut Natal 2017 ini berlangsung semarak dengan ragam seni dan budaya yang ditampilkan serta dihadiri tokoh lintas agama.

Pada sesi hiburan yang menampilkan seni tari dan budaya nusantara, masing-masing perwakilan dari LPI Mahasiswa Kota Semarang menjadi simbol kerukunan antar umat beragama meski berbeda namun tetap rukun dan cinta damai.

Tak hanya para tokoh jemaat Kristiani yang datang, namun juga dihadiri tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat lintas agama. Salah satunya adalah, H. Mumahad Habib Kepala Kementrian (kemenag) Kota Semarang.

Muhamad Habib mengatakan, perayaan Natal yang terkonsep menarik dengan mengandeng semua segmen masyarakat dan menampilkan seni dan budaya Nusantara ini patut menjadi contoh positif sebagai simbol nyata kerukunan antar umat beragama.

“Natal tidak saja milik umat kristiani, dalam negara yang mempunyai dasar persatuan bangsa dengan Bhineka Tunggal Ika, berbeda namun tetap satu. Sangat pas untuk menunjukan bahwa Indonesia tetap solid dan rukun meski banyak perbedaan diantara masyarakatnya. Saya memberi apresiasi dengan konsep acara menyambut Natal seperti ini,” tuturnya.

Saat sesi hiburan menampilkan ragam seni dan budaya Nusantara seperti tidak ada perbedaan. Masing-masing perwakilan Persatuan Mahasiswa Kristen Kota Semarang mampu tampil memikat dengan membawakan ragam seni tari khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Dwi Prasetyo Raharjo, selaku Ketua Panitia mengatakan, era modern seperti sekarang ini perlu dikenalkan dan dipopulerkan kembali seni dan budaya Inodenesia, tidak saja pada perayaan Natal tetapi juga diacara lainnya.

“Sengaja kita tampilkan berbagai ragam seni dan budaya Nusantara pada perayaan Natal Tahun ini. Ada tari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua dan lainya agar para generasi muda lebih mengenal seni dan budaya warisan nenek moyang. Semua itu merupakan tujuan utama dari perayaan Natal ini,” terangnya, kepada Jateng Pos, ditengah semaraknya acara, di aula Gereja Petra Semarang, Sabtu (16/12) pekan lalu.

Tak hanya tarian tradisional yang ditampilkan, namun sejumlah peserta acara juga mengenakan busana adat dari berbagai daerah semakin menambah semarak dan mencerminkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (ucl/mar)