Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Dengan NHT, Prestasi Belajar Oke!

Dengan NHT, Prestasi Belajar Oke!

244
Sri Suwarni, S.Pd.SD Guru SD 1 Kedungdowo

Keberhasilan suatu pembelajaran sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan model pembelajaran. Selama ini model pembelajaran yang diterapkan kurang menunjang proses pembelajaran. Proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, sehingga siswa kurang aktif,  siswa hanya mendengarkan dan mengerjakan tugas dari guru. Jika proses pembelajaran semacam ini dilakukan terus menerus , akan berdampak pada prestasi belajar siswa. Terbukti dalam pembelajaran matematika materi menghitung volume tabung prestasi belajar siswa kelas VI SD 1 Kedungdowo rendah, dari 34 siswa hanya 10 siswa yang dapat mencapai ketuntasan belajar.

Rendahnya prestasi belajar siswa tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai sebab, antara lain : pembelajaran matematika masih menggunakan pendekatan  konvensional seperti ceramah, pemberian tugas, pembelajaran masih banyak didominasi guru dan kurang melibatkan siswa. Guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri konsep-konsep matematika, siswa hanya menyalin apa yang dikerjakan guru, siswa tidak diberikan kesempatan untuk mengemukakan ide dalam menjawab soal-soal yang diberikan guru, sehingga materi tidak tertanam pada siswa.

Melihat kenyataan tersebut penulis berinovasi dengan menerapkan model pembelajaran yang kooperatif. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kinerja siswa, mampu membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit, mampu menumbuhkan sikap berfikir kritis, dan mampu mengaktifkan siswa belajar bekerjasama, serta tidak ada siswa yang hanya sebagai pendengar saja, karena setiap siswa mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri pada materi yang akan dipelajari hingga tuntas. Ada berbagai macam tipe pembelajaran kooperatif salah satunya tipe Numbered Heads Together (NHT). Model pembelajaran ini memberikan kesempatan siswa untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam menyerap informasi dan memotivasi siswa agar berperan aktif dalam proses pembelajaran, serta melatih kemampuan siswa dalam belajar mandiri sekaligus mampu menjelaskan hasil belajarnya kepada orang lain.

Numbered Heads Together adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang menggunakan angka yang diletakkan diatas kepala dengan tujuan untuk memudahkan guru dalam mengeksplor aktifitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Strategi ini pertama kali dikenalkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992 dalam Suprijono (2009:92).  Adapun langkah-langkah model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) adalah sebagai berikut : siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor, guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya, kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya, guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka, tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain, dan kesimpulan.

Dengan penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada pembelajaran matematika materi menghitung volume tabung terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SD 1 Kedungdowo. Dari 34  siswa,  pada kondisi awal yang mencapai ketuntasan belajar hanya 10 siswa atau 29 persen, sedangkan 24 siswa atau 71 persen belum tuntas,  pada kondisi akhir dari 34 siswa yang belum tuntas hanya 5 siswa atau 15 persen dan yang tuntas belajar 29 siswa atau 85 persen.

Dengan melihat kondisi tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi menghitung volume tabung.

Sri Suwarni, S.Pd.SD

Guru SD 1 Kedungdowo