Beranda Jateng Desa Wisata Sangiran Butuh Perhatian Khusus

Desa Wisata Sangiran Butuh Perhatian Khusus

148

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Pemkab Sragen perlu melakukan inovasi untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan, khususnya di desa-desa yang menawarkan wisata alam dan sejarah.

Hal itu disampaikan anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Herdiana, saat kunjungan kerja (KK) di Sragen, Rabu (21/3).

Seperti di Desa Sangiran, ia mengatakan, selama ini pengunjung yang datang hanya mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan para ilmuwan saja. Semestinya, Sangiran harus menggeser wisata sains agar masyarakat umum juga dapat menikmati wisata budaya yang ada.

“Setiap tempat wisata itu pasti ada ciri khususnya. Di Sangiran yang terkenal kan fosil manusia purba. Mungkin pengelola Sangiran bisa menggerakkan masyarakat desa setempat untuk membuat suvenir yang berhubungan dengan manusia purba. Dengan demikian, secara langsung bisa menggerakan perekonomian masyarakat disana,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Messy Widiastuti mengatakan, dalam pengembangan objek wisata, harus ada campur tangan Dinas Pariwisata Kabupaten Sragen. Tujuannya agar wisata-wisata yang ada dapat lebih berkembang, mengingat banyak keluhan yang didengar mengenai kurangnya fasilitas yang diberikan pemkab setempat.

“Mungkin dinas perlu membantu memfasilitasi apa yang dibutuhkan pengelola desa agar nantinya bisa berkembang seperti yang ada di kabupaten lain. Yang merasakan dampaknya, jika wisata sudah mulai berkembang, masyarakat sekitar,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Pengelola Desa Wisata Sangiran Subur menjelaskan saat ini memang masih ada kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya perhatian lurah dalam hal Dana Desa.

Padahal, menurut dia, wisata yang telah diakui UNESCO itu wajib dikembangkan karena penemuan-penemuan fosil yang hanya satu-satunya ada di Indonesia.

“Jika bisa difasilitasi, kami ingin membuat museum untuk fosil gading gajah jenis mastodon. Karena, gading itu sangat besar, jadi butuh tempat yang besar juga,” ungkap Subur.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sragen Suwandi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti keluhan-keluhan yang disampaikan pengelola desa tersebut. Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan melakukan pembinaan bersama pengelola dan pengembang desa wisata.

“Kami akan membantu memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan terkait dengan pengembangan desa wisata. Dan, melakukan pembinaan supaya ilmu tentang penemuan fosil dapat turun-menurun ke masyarakat sehingga bisa menjadi ladang pekerjaan bagi mereka,” ujar Suwandi. (ahm)