Beranda Semarang Dewan Desak Penanganan Limbah Plastik di Jateng

Dewan Desak Penanganan Limbah Plastik di Jateng

123
Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso bersama Abdul Aziz melihat salah satu stan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Kota Salatiga, Rabu (17/7/2019) (dok Humas DPRD Provinsi Jawa Tengah)

JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Komisi D berharap besar pada Hari Lingkungan Hidup bisa menjadi tonggak dimulainya gerakan penyadaran untuk menyelematkan lingkungan dari limbah plastik. Sekarang ini dunia termasuk Indonesia sedang dihadapkan pada permasalahan plastik yang tak bisa diurai.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso di sela-sela kunjungan kerjanya bersama DPRD menghadiri acara peringatan Hari Lingkungan Lingkungan Hidup yang dipusatkan di taman Kota Salatiga, Rabu (17/7/2019). Acara tersebut dihadiri langsung Gubernur Ganjar Pranowo, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Mochamad Effendi, Wali Kota Salatiga Yulianto, dan tamu undangan lain.

“Problematika lingkungan hidup sekarang ini adalah krisis sampah plastik. Bagi saya ini sudah lampu merah. Ini peringatan bahaya bila kita tidak segera mengambil langkah pasti untuk mengurangi penggunaan plastik, terutama untuk rumahan dan pabrikan,” ucap dia.

Gerakan untuk tidak menggunakan plastik sudah harus dilakukan secara masif. Di Bali beberapa daerah seperti Denpasar, Badung, pemerintah daerah setempat melarang penggunaan plastik.

Dalam kesempatan itu, isu lingkungan yang diangkat adalah sampah plastik. Di hadapan kalangan milenial (pelajar, pramuka, dan mahasiswa), Gubernur Ganjar Pranowo berdiskusi panjang lebar perihal penanganan sampah plastik. Beberapa pelajar SMA/SMK pun diajak urun rembug supaya warga tidak menggunakan plastik.

“Di awal menjabat, saya menggelar kontes membuat gambar pada botol minum. Hal itu saya lakukan supaya orang sering menggunakan gembes supaya mengurangi penggunaan plastik,” ucapnya.

Sejumlah siswa pun mengungkapkan, mereka sudah sepakat setiap hari membawa gembes termasuk saat sekolah. Bahkan pihak sekolah pun sudah melarang kantin menjual makanan dengan bungkus dari plastik.

“Kesadaran diri sendiri lah sebenarnya kunci untuk mengurangi sampah plastik. Kita belanja di supermarket sebaiknya menggunakan kantong sendiri,” ucap Gubernur. (adv/ahm)