Beranda Semarang Dewan Dukung Internet Gratis untuk Pendidikan

Dewan Dukung Internet Gratis untuk Pendidikan

13
DIALOG PARLEMEN: Sukirman bersama Disdikbud Provinsi Jateng saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Parlemen dengan tema 'Kesiapan Daerah soal Subsidi Kuota Internet untuk Pendidikan' di Studio BerlianTV Lantai 1 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Jumat (11/9/2020). (foto dok humas dprd jateng).


JATENGPOS.CO.ID,   SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Sukirman mendukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng untuk proaktif dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memberikan kuota internet gratis bagi siswa, mahasiswa, guru dan dosen selama masa adaptasi kebiasaan baru ( Normal Baru ). Sehingga diharapkan segera berkoordinasi tentang teknis pelaksanaan program tersebut agar tidak terlambat dengan provinsi lain.

“Dinas pendidikan harus proaktif untuk berkomunikasi, bertanya kepada Kemendikbud. DPRD Jateng akan ikut serta mengawal agar program itu bisa terealisasi, ”kata Sukirman saat menjadi pembicara dalam Dialog Parlemen, dengan tema ‘Kesiapan Daerah soal Subsidi Kuota Internet untuk Pendidikan’ di Studio BerlianTV Lantai 1 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang, Jumat (11/9/2020).

Tampil sebagai pembicaralain Padmaningrum selaku Plt. Kepala Disdikbud Provinsi Jateng.

Disampaikan Sukirman, ia mengaku belum melihat teknis dan pelaksanaan program bantuan kuota internet dari pemerintah pusat tersebut. Namun, informasi yang diketahuinya, bantuan tersebut diberikan kepada sebanyak 68 juta orang yang terdiri dari siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Bantuan kuota internet gratis ini akan disalurkan selama 4 bulan (September – Desember 2020). Untuk kelas siswa mendapat 35 GB / bulan, kelas guru mendapat 42 GB / bulan, kelas pelajar mendapat 50 GB / bulan, dan kalangan dosen akan mendapat 50 GB / bulan.

“Informasi yang saya dapatkan, Kemendikbud mengalokasikan dana Rp 8,9 triliun dari optimalisasi anggaran Kemendikbud dan dukungan anggaran Bagian Anggaran dan Bendahara Umum Negara (BA BUN) 2020. Dari total Rp 8,9 triliun tersebut, sebanyak Rp 7,2 triliun akan diberikan subsidi kuota internet selama empat bulan dan Rp 1,7 triliun untuk penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, dosen, serta guru besar, ”kata politikus PKB itu.

Menurut dia, jika penyaluran kuota internet gratis yang diberikan bergelombang, maka sebaiknya mendahulukan kelompok siswa dan siswa yang miskin. Data siswa dan siswa miskin, dapat dicari dengan membuka data siswa saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan membuka data siswa penerima beasiswa bidikmisi.

“Disisi lain, kami mengapresiasi program Gubernur Jateng yang sudah mengalokasikan kuota internet gratis dari dana BOS (biaya operasional sekolah). Kebijakan Pak Ganjar agar sekolah tidak dulu memperbaiki infrastruktur sekolah, misal ada gedung rusak, kemudian dialokasikan lebih dahulu untuk pengadaan bantuan kuota internet gratis dari dana BOS adalah bagus,”ungkapnya.

Dikatakannya, orang tua siswa yang tidak mampu membeli kuota internet atau tidak mampu membeli ponsel, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Namun menjadi tanggung jawab semua elemen seperti pengusaha, BUMN, dan masyarakat yang mampu, dan DPR / DPRD.

Seperti yang dilakukan di internal partainya, DPP PKB sudah mengintruksikan semua anggota Fraksi PKB di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota / Kabupaten agar menyedikan wifi gratis sebanyak 3 sampai 5 titik di dapilnya masing-masing untuk sarana berlajar daring masyarakat secara gratis. Kondisi itu sudah dilakukan sejak 2 bulan lalu dan akan berakhir sampai kebijakan sekolah daring berakhir.

“Hanya saja, ternyata juga banyak yang berjalan tidak sesuai harapan. Yakni, di daerah yang tidak ada sinyal internetnya atau blankspot . Tentu, hal itu menjadi sekolah yang berani saat New Normal ini, ”terangnya.

Menanggapi hal itu, Padmaningrum menyatakan, untuk program bantuan kuota internet gratis kepada siswa dari Kemendikbud, sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi resmi dan detilnya. Meski begitu, pihaknya tetap aktif mencari informasi soal program itu.

“Sekarang ini, bantuan kuota gratis internet yang sudah jalan dari dana BOS. Karena memang dibolehkan, dana BOS dialokasikan untuk kuota internet. Ya, kami mohon maaf kalau memang tidak banyak, ”ungkap Padmaningrum. (udi)