Beranda Jateng Pantura Barat Dewan Minta Masyarakat Memanfaatkan Embung dengan Baik

Dewan Minta Masyarakat Memanfaatkan Embung dengan Baik

13
Komisi D DPRD Jateng yang dipimpin Ketua Komisi Alwin Basri saat mengunjungi Embung Kedawon di Brebes, Jumat (26/4). Komisi D melihat hasil pekerjaan embung dari Dinas Pusdataru Jateng. (foto:dok humas dprd jateng)

JATENGPOS.CO.ID, BREBES – Komisi D DPRD Jateng berharap pihak-pihak terkait dan masyarakat bisa menjaga dan memelihara embung yang sudah dibangun oleh pemerintah. Sehingga embung bisa dimanfaatkan untuk irigasi tekhnis.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri saat meninjau proyek Embung Kedawon, Sitanggal dan Rengaspendawa yang ada di Kabupaten Brebes, Jumat (26/4).

“Pekerjaan Embung Kedawon, Sitanggal dan Rengaspendawa yang ada di Kabupaten Brebes secara umum sudah baik. Kami (Dewan) berharap embung dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, terutama irigasi. Agar bisa dimanfaatkan secara baik harus dilakukan pemeliharaan rutin,”ungkapnya.

Rombongan komisi D saat melakukan pemantauan pembangunan embung di Brebes didampingi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng.

Sementara, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengungkapkan, pembangunan Embung Sitanggal, Kedawon, dan Rengaspendowo didanai APBD Jateng 2018.

Pagu anggarannya Rp 3,2 miliar. Nilai kontraknya Rp 2,5 miliar mulai 11 Juli 2018 dan selesai 7 Desember 2018 yang dikerjakan PT Teguh Mulya Perkasa Brebes.

“Ketiga embung dengan konstruksi beton bertulang itu memiliki sumber air yang berasal dari air hujan dan saluran dengan cara pemanfaatannya dipompa. Untuk Embung Sitanggal, volume air mencapai 31.798 meter kubik yang mampu melakukan irigasi seluas 13,3 hektare,”katanya.

Untuk Embung Kedawon, volumenya sebanyak 11.057 meter kubik dengan luasan irigasi 5,7 hektare. Sedangkan Embung Rengaspendowo memiliki volume 14.279 meter kubik yang mampu mengairi seluas 6,7 hektare.

Hadi berharap, selain sebagai irigasi, embung bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan. Hasilnya nanti bisa dinikmati masyarakat di sekitar embung.

“Embung itu bisa digunakan untuk budidaya ikan dan pengelolaannya dari masyarakat sekitar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari Dinas Pusdataru Jateng Bambang Eko mengaku semua embung di Brebes dimanfaatkan untuk irigasi. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeliharaan rutin terhadap embung tersebut.

Soal pemanfaatan sebagai kolam ikan, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Hanya saja, pakan ikan itu nantinya bisa menimbulkan pendangkalan atau sedimentasi.

“Nggak masalah kalau ada warga yang memasukkan bibit ikan di dalam kolam. Namun, kalau pakannya terlalu banyak, dikhawatirkan timbul sedimentasi di dasar kolam, sehingga embung menjadi dangkal,” kata Bambang.(adv/ahm)