Beranda Semarang Dewan Soroti Pasar Simongan

Dewan Soroti Pasar Simongan

364
Bulan Desember tinggal menghitung hari, namun proyek pembangunan Pasar Simongan tak kunjung selesai, seperti saat disidak pimpinan DPRD Kota Semarang.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pembangunan Pasar Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, masih berjalan. Proyek yang ditargetkan selesai 26 Desember mendatang, saat ini baru mencapai 52 persen dari target 54 persen.

Pembangunan pasar Simongan sempat ditinjau Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso dan Wiwin Subiyono. Dalam tinjauannya, Joko Santoso mengatakan, pembangunan pasar tersebut tidak mungkin bisa selesai tepat waktu.

Joko beralasan, hingga batas akhir kontrak pekerjaan hanya menyisakan waktu sekitar 10 hari saja. Sementara pembangunan pasar baru mencapai 52 persen. “Saya yakin pasti tidak selesai pembangunan ini. Tadi waktu ketemu pihak pelaksana proyek juga mengakui kalau tidak selesai sampai akhir Desember ini,” kata Joko saat meninjau lokasi pasar.

Menurut Joko, harus ada sikap tegas dari Dinas Perdagangan yang terkait untuk menyikapi keterlambatan pembangunan. Pasalnya, jika sampai akhir kontrak pembangunan belum selesai maka kepentingan masyarakat akan terganggu.

Hanya saja, pihaknya mengharapkan dinas juga diminta memberikan kesempatan kepada rekanan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan dengan waktu perpanjangan sebagaimana yang diatur dengan denda.

“Harus menjadi catatan bagi kami untuk meminta ULP ini lebih ketat lagi dalam lelang. Kontraktor yang tidak beres diblack list saja,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menuturkan, pembangunan pasar Simongan baru mencapai 52 persen dari seharusnya 54 persen.

Meski demikian, kondisi tersebut masih dikatakan sesuai jadwal pekerjaan karena faktor musim penghujan. “Sampai saat ini masih on the track. Bisa selesai sampai batas akhir pekerjaan yaitu 26 Desember,” ucap Fajar optimis.

Pembangunan pasar Simongan dengan anggaran dari APBN senilai Rp 5,45 miliar itu, katanya, memang mundur dari jadwal semula. Hal itu disebabkan proses lelang yang gagal sampai dua kali. Kontraktor yang saat ini mengerjakan yaitu PT Dinamika Persada Sehati dari Kabupaten Pati, merupakan hasil lelang ketiga.

“Kalau sebelumnya lelang tidak gagal, pengerjaan pasar bisa maju. Sehingga selesainya juga bisa lebih cepat, tidak di akhir tahun,” paparnya. Lebih lanjut dikatakan, pasar Simongan nantinya terdiri 196 los dan 20 kios. Proyek ini dikerjakan selama 70 hari mulai 18 Oktober 2017 sampai 26 Desember 2017. (sgt)