Beranda Semarang Dhe Lawang Djoendjing Simulasikan Wedding ala New Normal, Begini Protokolnya….

Dhe Lawang Djoendjing Simulasikan Wedding ala New Normal, Begini Protokolnya….

16
Simulasi new normal wedding yang digelar Dhe Lawang Djoendjing bekerja sama dengan Wedding Organizer Padmarini. Foto : Wijayanti Putri/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Gedung pertemuan Dhe Lawang Djoendjing siap menjadi venue pesta pernikahan di era new normal dengan menjalankan protokol kesehatan sebagaimana yang diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Bahkan menggandeng Wedding Organizer Padmarini menggelar simulasi new normal wedding, Senin (29/6).

Dalam simulasi tersebut, protokol kesehatan dilaksanakan semenjak di pintu masuk menuju ruang resepsi. Semua tamu yang datang harus diperiksa suhu tubuhnya dengan thermogun. Jika suhu tubuhnya normal, tamu yang bersangkutan dipersilahkan untuk menuju meja penerima tamu tentunya dengan menerapkan physical distancing, sehingga tamu satu dengan yang lain berjarak setengah meter.

Setelah mengisi daftar hadir, para tamu dipersilahkan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan panitia.

Tak hanya saat mengantre di meja penerima tamu, physical distancing juga diterapkan di tempat duduk tamu yang diatur sedemikian rupa sehingga berjarak 1 meter satu dengan yang lain. Selain itu, mulai dari panitia pernikahan hingga pelayanan dan bahkan kedua mempelai semuanya mengenakan masker. Begitu juga dengan tamu undangan diwajibkan mengenakan masker.

Selain menerapkan protokol kesehatan, wedding ala new normal juga menggabungkan konsep live streaming wedding dengan virtual photo session untuk tamu undangan dengan kedua mempelai pengantin.

Owner Dhe Lawang Djoendjing, Hardi mengatakan, simulasi tersebut merupakan bentuk kesiapan pihaknya menyambut era new normal di Solo dengan menerapkan standar protokol kesehatan dan keamanan gedung.

“Agar para calon pengguna gedung tetapi merasa aman dan nyaman dalam menggelar acara pesta pernikahan maupun agenda lainnya di lokasi kami. Karena dengan fasilitas yang ada tidak perlu ragu akan standar kesehatan yang kami terapkan. Apalagi kami sudah mendapatkan izin dari Pemkot Solo untuk menyelenggarakan acara,” ujarnya.

Dibolehkannya resepsi pernikahan digelar dengan pembatasan jumlah orang dan penerapan protokol kesehatan menurut Hardi menjadi angin segar bagi pemilik venue gedung pertemuan. Pasalnya diakuinya karena Covid-19 sudah ada 20 calon pelanggan yang membatalkan rencana menggelar resepsi di Dhe Lawang Djoendjing.

“Selama tahun ini rencananya ada sekitar 70-an event yang akan digelar di sini, namun semenjak penetapan KLB di Solo selama tiga bulan terakhir ini ada 20 resepsi pernikahan yang dibatalkan. Sisanya ada yang diundur. Nah, dengan adanya new normal wedding ini saya berencana untuk menawarkan kepada calon klien agar mereka tetap bisa menggelar resepsi tanpa harus menunda lagi,” imbuhnya.

Hal senada juga diutarakan, Tika Susilowati dari Wedding Organizer Padmarini. Ia mengatakan, new normal wedding bisa dilaksanakan sesuai dengan keinginan klien untuk konsepnya. “Sehingga klien bisa tetap menggelar resepsi pernikahan sesuai keinginannya tanpa mengurangi kesakralan namun tetap memenuhi protokol kesehatan,” jelasnya. (jay/bis/rit)