Beranda Hukum & Kriminal Dilarang, Hutan Perhutani Nekat Ditanami Tebu

Dilarang, Hutan Perhutani Nekat Ditanami Tebu

BERBAGI
TIDAK BOLEH: Plakat larangan menanam tebu di area perhutani, KPH Tangen.
TIDAK BOLEH: Plakat larangan menanam tebu di area perhutani, KPH Tangen.

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Kawasan hutan perhutani di wilayah KPH Tangen, Sragen yang dilarang untuk lahan tumpang sari nekad ditanami tebu. Diduga ada oknum yang bermain dibalik penanaman hutan perhutani menjadi ladang tebu, seperti di area Dukuh Bayanan, Desa Ngepringan Kecamatan Jenar. Hutan yang dilarang ada tanaman jenis apapun, justru terdapat tanaman tebu dengan jumlah yang banyak dan memakan lahan yang luas.

Ketua Bidang HAM dan Advokasi Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono menemukan fakta bahwa lahan yang tidak diperuntukkan untuk tanaman tebu justru ditanami tebu. Padahal sudah terang terangan terdapat tanda larangan tersebut. ”Kalau luasnya ra umum, ada ratusan hektar, padahal sudah ada peringatannya,” terang Wahono.

Dia menyampaikan peringatan larangan tersebut sudah ada sejak 4 tahun lalu. Bahkan menurut informasi yang dia terima penanaman tersebut dilakukan setelah terpasang plakat itu. ”Jadi empat tahun yang lalu, ada larangan. Ada denda dan hukumnya yang terpasang di plakat,” ujarnya.

 

Dia menduga oknum mandor yang bermain dalam penanaman lahan ini. Oknum tersebut minta jatah pada panggarap lahan jika telah memasuki panen. Setidaknya setiap rit/truk meminta Rp 200 ribu.

”Informasi dari warga, dulu per hektar ditarik Rp 400 ribu per masa tanam. Sekarang minta per rit Rp 200 ribu,” ujarnya.

Wahono menyampaikan secara sekilas memang dipinggir hutan sudah ditanami jagung. Tapi di bagian yang lebih dalam lagi tebu lebih luas dan tampak subur.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Sragen Ekarini Mumpuni Titi Lestari menyampaikan jika ada dugaan ada oknum mandor yang bermain bukan bagian dari kewenangan dinas. Pihaknya hanya lebih fokus pada petani tebu. ”Kalau petani punya lahan dan disitu ada program dan sesuai syarat kita bantu, itu saja,” terangnya.

Dia menyampaikan saat ini ada kerjasama Kementerian Pertanian dengan Perhutani untuk penanaman jagung. Tahun lalu Sragen mendapat lahan 1.500  hektar untuk penanaman jagung. Lokasinya di daerah Jenar, Mondokan dan Tangen. (ars/saf)

BERBAGI