Beranda Jateng Dinas Dakop dan UKM Tegal Pastikan Tidak Ada Mafia Beras

Dinas Dakop dan UKM Tegal Pastikan Tidak Ada Mafia Beras

14
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID. TEGAL- Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dindakop dan UKM) Kabupaten Tegal memastikan kenaikan harga beras di pasaran bukan karena dipicu adanya mafia beras. Kenaikan itu karena saat ini sedang musim tanam padi.

“Saya pastikan tidak ada mafia beras. Harga beras naik karena stok di distributor (beras) banyak yang kosong dan saat ini sedang musim tanam padi, ” kata Kepala Dinas Dakop dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti, saat menghadiri acara Penglepasan Operasi Pasar (OP), di Gudang Bulog Sub Divisi Regional (Divre) VI  Pekalongan di Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Selasa (9/1).

Dia mengungkapkan, harga beras premium saat ini mencapai Rp 14 ribu per kilogram. Sedangkan harga beras medium antara Rp 10.500 hingga Rp 12.000 per kilogram. Mengingat hal itu, pihaknya bekerjasama dengan Bulog Sub Divre VI Pekalongan melakukan OP  untuk menstabilkan harga di pasaran. Hingga kini, beras yang sudah disalurkan ke sejumlah distributor dan pengecer sebanyak 485 ton.

“Dan hari ini ditambah lagi 100 ton, jadi totalnya 585 ton, ” imbuhnya.

Dia menambahkan, penyaluran beras untuk menstabilkan harga beras di Kabupaten Tegal dilakukan di 14 pasar. Di antaranya Pasar Babakan, Jatinegara, Balamoa, Pangkah, Margasari, Slawi, Balapulang, Jatibarang, dan Kramat. Kemudian di Pasar Dukuhwaru, Banjaran, Kios RPK 2 R, dan distributor beras PT Berkah Pangan Mandiri.

“OP ini akan kami lakukan sampai Maret 2018, ” tandasnya. (yer/ima/jpnn/muz)

BERBAGI