Beranda Hukum & Kriminal Dinyatakan Lengkap Pengacara Setnov Protes KPK

Dinyatakan Lengkap Pengacara Setnov Protes KPK

60
BERBAGI
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto.

 JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA- Fredrich Yunadi yang merupakan pengacara Ketua DPR Setya Novanto selaku tersangka kasus dugaan tindak pindana korupsi KTP elektronik (KTP-e) memrotes KPK yang sudah menyatakan lengkap berkas perkara tersebut.

“Kita mau bicara pada penyidik kenapa bisa dinyatakan lengkap padahal ada saksi-saksi yang belum dinyatakan diperiksa. Itu adalah hak tersangka dari pasal 65 (KUHAP) dan penyidik harus sadar kan mereka terikat dalam UU No. 20 taun 2002 tengan KPK di mana pasal 28 kan segala sesuatu di KUHAP itu berlaku bagi mereka,” kata Fredrich di gedung KPK Jakarta, Rabu.

Pada Selasa (5/12), KPK menyatakan berkas penyidikan kasus KTP-e dengan tersangka Setya Novanto sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya jaksa KPK punya waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Setnov.

“Tapi kan mereka penyidik itulah yang kami mintai pertanggungjawabannya di mana?” tambah Fredrich.

Fredich mengaku keberatan dengan sejumlah saksi meringankan yang diajukan oleh Setnov, tapi tidak dimasukkan dalam berkas pemeriksaan oleh KPK karena para saksi itu tidak menghadiri panggilan pemeriksaan KPK.

“Sekarang saya tanya mereka yang dipanggil itu orang pengangguran? Mereka kan yang dipanggil itu kan rektor universitas. Kan harus disesuaikan dengan waktunya rektor bukan dengan waktunya mereka (penyidik) yang menentukan. Jadi disinilah kesemena-menaan yang dilakukan KPK karena tidak menghormati hak seseorang,” ucap Fredrich.

Menurut Fredrich, KPK takut karena akan menghadapi praperadilan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (7/12). Praperadilan otomatis gugur jika perkara sudah memasuki materi persidangan.

“Ya karena mereka takut aja. Mereka kebakaran jenggot. Kenapa mereka ketakutan seperti itu? Dari sini kan kita bisa lihat mereka lakukan segala cara segala upaya untuk menghindari praperadilan. Tapi saya yakin pengadilan akan tetap dijalankan sebagaimana mestinya,” ujar Fredrich.(drh) (Antara) – Fredrich Yunadi yang merupakan pengacara Ketua DPR Setya Novanto selaku tersangka kasus dugaan tindak pindana korupsi KTP elektronik (KTP-e) memrotes KPK yang sudah menyatakan lengkap berkas perkara tersebut.

“Kita mau bicara pada penyidik kenapa bisa dinyatakan lengkap padahal ada saksi-saksi yang belum dinyatakan diperiksa. Itu adalah hak tersangka dari pasal 65 (KUHAP) dan penyidik harus sadar kan mereka terikat dalam UU No. 20 taun 2002 tengan KPK di mana pasal 28 kan segala sesuatu di KUHAP itu berlaku bagi mereka,” kata Fredrich di gedung KPK Jakarta, Rabu.

Pada Selasa (5/12), KPK menyatakan berkas penyidikan kasus KTP-e dengan tersangka Setya Novanto sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya jaksa KPK punya waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan Setnov.

“Tapi kan mereka penyidik itulah yang kami mintai pertanggungjawabannya di mana?” tambah Fredrich.

Fredich mengaku keberatan dengan sejumlah saksi meringankan yang diajukan oleh Setnov, tapi tidak dimasukkan dalam berkas pemeriksaan oleh KPK karena para saksi itu tidak menghadiri panggilan pemeriksaan KPK.

“Sekarang saya tanya mereka yang dipanggil itu orang pengangguran? Mereka kan yang dipanggil itu kan rektor universitas. Kan harus disesuaikan dengan waktunya rektor bukan dengan waktunya mereka (penyidik) yang menentukan. Jadi disinilah kesemena-menaan yang dilakukan KPK karena tidak menghormati hak seseorang,” ucap Fredrich.

Menurut Fredrich, KPK takut karena akan menghadapi praperadilan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (7/12). Praperadilan otomatis gugur jika perkara sudah memasuki materi persidangan.

“Ya karena mereka takut aja. Mereka kebakaran jenggot. Kenapa mereka ketakutan seperti itu? Dari sini kan kita bisa lihat mereka lakukan segala cara segala upaya untuk menghindari praperadilan. Tapi saya yakin pengadilan akan tetap dijalankan sebagaimana mestinya,” ujar Fredrich.(drh)

BERBAGI