Beranda Travelling Wisata Diplomasi Kuliner Gaungkan Wonderful Indonesia di Apia Samoa

Diplomasi Kuliner Gaungkan Wonderful Indonesia di Apia Samoa

359

JATENGPOS.CO.ID.SAMOA-Semangat Indonesia Incorporated dalam memajukan pariwisata Indonesia terus tumbuh. Bahwa setiap orang bisa memainkan perannya masing-masing dalam mempromosikan Indonesia ke dunia.

Hal itu pun ditunjukkan KBRI Wellington yang menggelar promosi Wonderful Indonesia melalui diplomasi kuliner.

Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, KBRI Wellington menggelar Festival Masakan Indonesia bertajuk “Deliciously Indonesia” yang berlangsung di Sheraton Hotel di Apia, Samoa, pada 18 hingga 19 Desember 2017 kemarin. Deliciously Indonesia dibuka oleh Menteri Kesehatan Samoa, Dr. Leao Talalelei Tutama yang mewakili Perdana Menteri.

Berbagai masakan khas Indonesia disajikan. Memberikan experience lebih bagi para tamu undangan. Mereka diajak untuk menikmati langsung sensasi kelezatan dan tingginya cita rasa masakan Indonesia. Yang dengan tekstur, warna dan rasa, merepresentasikan kekayaan alam juga budaya Indonesia yang kaya.

“Ini adalah upaya yang kita bangun dalam upaya untuk semakin mendekatkan rakyat kita dengan rakyat Samoa dalam konteks Pacific Engagement dan people to people diplomacy. Melalui program ini, kita menularkan ekspertis kita di bidang kuliner ke masyarakat Samoa,” ujar Tantowi Yahya, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tongga.

Acaranya sendiri dibuat semenarik mungkin. Menyajikan kuliner Indonesia yang begitu beragam. Hasilnya, para tamu undangan yang hadir pun terbuai. Sebut saja mulai dari para menteri, anggota parlemen, korp diplomatik, semuanya digoda dengan lezatnya gudeg, kolak juga tekwan.

Tidak ketinggalan para para perwakilan organisasi internasional dan friends of Indonesia. Lidah mereka dimanjakan dengan gurihnya Soto Bandung, segar dan manisnya es teler, sampai makanan tereksotis Indonesia yang dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia versi CNN.

Uniknya, deretan menu makanan yang disajikan tersebut diolah dari bahan-bahan yang terdapat di Samoa. Mulai dari talas, ubi jalar, ubi kayu, sukun, nanas juga nangka. Bahan-bahan tersebut diolah oleh dua chef Indonesia yang bermukim di Wellington, Adjie dan Jimmy.

Alumni STP NHI Bandung tahun 1981 ini menjelaskan, sebagai sesama dari rumpun Melanesia dan Polynesia, Indonesia dan negara-negara di Pasifik mempunyai banyak kesamaan. Makanan yang dikonsumsi sama, yakni beras, singkong, talas, ubi, sukun, dan kelapa.

Karena kesamaan tersebut, negara-negara tersebut membutuhkan bantuan Indonesia dalam hal pengolahan bahan makanan menjadi berbagai produk.

“Dan di Pasifik, diplomasi lewat lidah dan perut dihargai sebagaimana komen yang kami terima. Dari rasa, timbul keinginan berkunjung ke Indonesia, mengeksplorasi berbagai keindahan dan keajaiban yang kita miliki sebagaimana yang kita proyeksikan dalam Wonderful Indonesia,” Tantowi memastikan.

Para pengunjung juga semakin terbuai dengan suguhan tarian nusantara yang dihadirkan Kementerian Pariwisata. Menikmati sajian khas Indonesia ditambah dengan melihat tampilan budaya-budaya Indonesia melalui tarian, memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung yang hadir.

“Kita juga melakukan promosi pembuatan iklan sebanyak dua kali di media cetak Samoa Observer. Kementerian Pariwisata juga membawa material promosi yang dibagikan dan juga branding Wonderful Indonesia yang ditampilkan di area venue,” ungkap Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu.

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi dengan digelarnya acara ini. Dia senang, karena semua lini pemerintah mensupport pariwisata. “Inilah yang dimaksud dengan Indonesia Incorporated!” kata Arief Yahya.

Kuliner, kata Arief Yahya, memang diplomasi yang jitu. Menarik wisatawan itu bisa berangkat dari teste atau rasa dalam kuliner. “Kita kaya akan produk masakan khas,” kata Arief Yahya.

Lebih lanjut Menpar mengatakan, para duta besar punya peran yang besar dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia. Para dubes harus bangga terhadap brand Wonderful Indonesia yang telah melompat jauh dan menduduki rangking 47 dunia.

“Para Dubes, dalam semangat Indonesia Incorporated, harus turut berpartisipasi dalam memudahkan arus manusia dan investasi yang masuk ke Indonesia. Salah satunya bisa dilakukan melaui diplomasi kuliner seperti ini,” kata Menpar Arief Yahya.(*/jan)