Beranda Semarang Disdik Kota Semarang Rekrut 723 Pegawai Non-ASN

Disdik Kota Semarang Rekrut 723 Pegawai Non-ASN

1837
Bunyamin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG  –  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang kembali merekrut tenaga pendidikan non aparatur sipil negara (non-ASN). Kali ini jumlah tenaga yang akan bekerja di lingkup Dinas Pendidikan Kota Semarang itu mencapai 723 formasi.

Sebagian besar merupakan guru. Sisanya merupakan tenaga kependidikan seperti petugas keamanan, pramu laboratorium, tenaga kebersihan hingga petugas perpustakaan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin, guru Kelas SD mendapatkan alokasi formasi yang cukuo besar yakni 191 orang, lalu disusul guru pendidikan agama Islam sekolah dasar yang menyediakan 120 lowongan.

“Guru olahraga SD juga cukup banyak yakni ada 70 formasi, sedangkan untuk pramu bakti sekolah dasar dibutuhkan 36 orang, dan khusus penjaga sekolah kita membutuhkan  61 orang,” ujarnya.  Selain itu ada juga posisi untuk guru agama Kristen dan Katholik.

Ada pun guru SMP, yang terdiri dari guru pendidikan agama Islam, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika, IPA, Penjaskes, Seni Budaya, Bahasa Jawa, Prakarya, dan BK dan lain, totalnya 66 orang.

Selebihnya masih terdapat tenaga kependidikan mulai dari TK, SD, SMP dan juga unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pendidikan di masing-masing kecamatan. Tenaga kependidikan tersebut yakni, pramu bakti (pesuruh), petugas kebersihan, pengelola perpustakaan, pengelola laboratorium dan petugas keamanan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, menambahkan rekruitmen pegawas non-ASN juga mendasari kebutuhan yang sangat mendesak. Utamanya berkenaan pemenuhan tenaga pendidik dan kependidikan yang jumlahnya masih kurang.

Disebutkan alasan pemenuhan kebutuhan pegawai di lingkungan Disdik salah satunya dikarenakan terdapat karyawan yang telah memasuki purna tugas.  Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menjelaskan, langkah ini dilakukan karena masih ada moratorium dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang pengangkatan ASN daerah.

Di masa tersebut, banyak tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah pensiun. Padahal, secepatnya butuh pengganti agar aktivitas belajar-mengajar tidak terganggu. Karenanya, pemkot dalam hal ini Disdik melakukan perekrutan pegawai, non-ASN.

“Di Disdik, kebutuhan akan pegawai sekitar 2.000 orang. Namun dalam seleksi yang dilakukan beberapa waktu lalu, yang lolos tes hanya 1.809 orang. Nantinya Non-ASN dikontrak sesuai dengan kebutuhan dan digaji minimal sebesar UMK Semarang,” ujar politisi asal Partai Golkar ini.

Dia menambahkan, sebelumnya perekrutan dilakukan mandiri oleh masing-masing sekolah. Namun, mulai tahun ini diformalkan oleh pemkot. Ujian pun dilakukan secara terpusat dari Dinas Pendidikan yang berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Peserta seleksi, imbuhnya, harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Salah satunya, ijazah harus linier dengan pekerjaannya. Misal, Guru SD harus memiliki ijazah PGSD. Ada pun maksimal setahun sekali, harus dilakukan seleksi ulang dan penandatanganan kontrak ulang.

“Hak-hak yang diterima Non-ASN, berbeda dengan ASN. Non-ASN tidak menerima tunjangan dan pensiun, hanya berupa gaji sebesar, minimal UMK Kota Semarang. Saya berharap kepada para Non-ASN untuk mengikuti BPJS Ketenagakerjaan dan juga BPJS Kesehatan,” tandasnya. (sgt)