Beranda Sekolah Hebat Opini Guru DL Tingkatkan Hasil Belajar IPA Siswa

DL Tingkatkan Hasil Belajar IPA Siswa

82
Hindraeni, S.Pd,SD SDN 3 Bandungharjo

DL atau biasa dikenal dengan Discovery Learning merupakan proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri. Model Discovery Learning yaitu memahami konsep, arti dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi. Discovery Learning memiliki prinsip lebih menekankan pada ditemukannya konsep yang sebelumnya tidak diketahui.

IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting dan selalu diberikan pada setiap jenjang pendidikan tersebut. Tetapi, pembelajaran IPA di SD, hingga dewasa ini sering melupakan dimensi proses yang ada. Pembelajaran dilakukan lebih mengutamakan dimensi produk yang berupa hasil pada buku saja. Dimensi proses sangat penting dalam menunjang perkembangan siswa memperoleh pengetahuan tetapi juga memperoleh kemampuan untuk menggali dan menemukan pengetahuan itu sendiri.

Namun dalam proses pembelajaran IPA yang berlangsung di SDN 3 Bandungharjo masih didominasi metode ceramah dan pemberian tugas. Selain itu, dalam proses pembelajaran kebanyakan guru hanya terpaku pada buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar mengajar. Kebanyakan guru tidak melakukan kegiatan pembelajaran yang memperhatikan dimensi dari IPA dan tinggi rendahnya minat belajar yang dimiliki oleh siswa. Dimensi dari IPA yang dimaksud yaitu IPA sebagai produk dan proses.

Penerapan model pembelajaran Discovery Learning di SD terutama pada mata pelajaran IPA menjadi sangat tepat dikarenakan model pembelajaran ini memiliki beberapa kelebihan. Model pembelajaran Discovery Learning memiliki beberapa kelebihan, yaitu: 1) menambah pengalaman siswa dalam belajar, 2) memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih dekat lagi dengan sumber pengetahuan selain buku, 3) menggali kreatifitas siswa, 4) mampu meningkatkan rasa percaya diri pada siswa, dan 5) meningkatkan kerja sama antar siswa. Hal tersebut lebih didukung lagi berdasarkan beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning. Beberapa hasil penelitian menjelaskan bahwa hasil belajar dalam pembelajaran IPA setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning mengalami peningkatan yang signifikan.

Setelah diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning di SDN 3 Bandungharjo terutama pada mata pelajaran IPA, guru yang awalnya hanya menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas menjadi lebih mengembangkan media lainnya untuk menunjang antusias siswa dalam memahami materi. Selain itu siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran dibandingkan metode ceramah dan pemberian tugas. Sehingga hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPA menjadi meningkat daripada sebelumnya. Hal tersebut diharapkan akan membantu guru dalam proses pembelajaran IPA dan pembelajaran pada mata pelajaran lainnya pula.

Untuk menunjang proses belajar perlu lingkungan yang memfasilitasi rasa ingin tahu siswa pada tahap eksplorasi. Lingkungan yang dimaksud yaitu lingkungan di mana siswa dapat melakukan ekspolasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui. Selain lingkungan, perlu adanya manipulasi bahan pembelajaran yang bertujuan untuk memfasilitasi kemampuan siswa dalam berfikir kreatif sesuai dengan tingkat perkembangannya. Dengan demikian model pembelajaran Discovery Learning dianggap efektif untuk meningkatkan hasil belajar, terutama pada mata pelajaran IPA untuk kalangan sekolah dasar, model pembelajaran Discovery Learning pula dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa sehingga dianggap sesuai dengan kurikulum 2013 yang diterapkan saat ini, yaitu siswa berperan aktif dalam pembelajaran.

Hindraeni, S.Pd,SD

SDN 3 Bandungharjo