Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Dongeng Stimulasi Kecerdasan Anak

Dongeng Stimulasi Kecerdasan Anak

BERBAGI
Rika Yuni Astuti,S.Pd.SD Guru SD N Pekutan, Bayan, Purworejo
Rika Yuni Astuti,S.Pd.SD Guru SD N Pekutan, Bayan, Purworejo

PURWOREJO – Dongeng dalam KBBI merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh). Dongeng juga berarti kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif maupun kisah nyata menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya. Mendongeng merupakan kegiatan yang menghibur anak. Namun sekarang kegiatan mendongeng sudah mulai ditinggalkan. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya, kemajuan teknologi membuat hari-hari anak banyak menonton TV, main video game, dan main game online.

Pakar psikologi, Dr. Seto Mulyadi menyatakan bahwa usia balita merupakan masa penting bagi perkembangan potensi seseorang, termasuk rasa percaya dirinya. Perkembangan potensi anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, karena anak dengan cepat menirukan dan belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Dengan demikian, kewajiban para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, tempat anak tumbuh dengan nyaman, sehingga dapat memancing keluar potensi dirinya, kecerdasan dan percaya diri. Di samping itu orang tua harus memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap.

Dengan aktivitas mendongeng akan mendorong fase berkembangan anak sesuai dengan tahapannya. Dongeng sangat bermanfaat bagi kehidupan anak. Dongeng mampu meningkatkan IQ (kecerdasan Intelektual), EQ (kecerdasan Emosi), dan SQ (kecerdasan Spiritual) anak. Dengan mendengarkan dongeng, anak dapat mengembangkan imajinasinya. Anak pada masa pra sekolah, terutama masa golden age, yaitu masa tiga tahun pertamanya, anak mengalami hal yang luar biasa. Mereka memiliki dunia khayalan yang tidak terbatas. Mereka mampu mengembangkan khayalannya dengan berbagai media terutama mainan yang ia miliki setelah mendengarkan cerita. Bahkan ibu atau ayahnya akan diajak bermain memerankan tokoh dalam cerita khayalannya.

Dongeng meningkatkan keterampilan berbahasa anak. Semakin sering mendengarkan cerita, anak akan memiliki banyak kosa kata. Apalagi kosakata yang baru, ia akan lebih antusias untuk mendengarkannya. Hal ini karena pada masa anak-anak, mereka sangat penasaran dengan sesuatu yang baru. Mendongeng dengan membacakan buku cerita bergambar akan meningkatkan minat anak untuk belajar membaca. Gambar yang berwarna-warni dalam buku membuat anak bertambah senang untuk membaca.

Kecerdasan Emosional anak terbangun saat mereka mendengarkan dongeng yang kita bacakan. Tokoh dan karakter dalam dongeng yang berbeda membuat anak memahami bahwa orang lain memiliki karakter yang berbeda dengan dirinya, ada orang dengan karakter positif dan ada pula yang negatif. Orang tua dapat memberi penekanan pada bentuk-bentuk sikap positif atau negatif. Dapat pula menambahkan dengan kalimat yang harus dikerjakan atau yang tidak boleh dilakukan. Beri juga alasannya maka anak akan lebih paham dengan maksud dari hal yang boleh atau tidak boleh dikerjakan. Dengan begitu, anak sekaligus mendapatkan berbagai ilmu.

Dalam dongeng dimana tokohnya berbeda karakter, maka anak akan belajar berempati terhadap orang lain. Mereka akan belajar memahami perasaan orang lain. Anak kita akan belajar memahami perasaannya saat mengalami suatu kesedihan dan berusaha mengontrol perasaan saat dalam kegembiraan. Hal ini akan mengasah perasaan anak menjadi lebih peka.

Dongeng merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan nilai dan etika pada anak. Dengan karakter tokoh yang ada dalam dongeng, anak belajar tentang kejujuran, ketulusan, kerjasama, kesetiakawanan, dan rasa kasih sayang. Anak akan terinspirasi pada karakter tokoh dalam dongeng.

Kedekatan antara anak dan orang tua terjalin saat mereka bercerita. Anak akan merasa diperhatikan dan merasa diberi kasih sayang. Dengan sedikit meluangkan waktu bersama anak akan membangun kepercayaan anak pada orang tua. Anak akan mengerti bahwa mereka sedang diperhatikan. Anak akan memahami bahwa orang tua mereka benar-benar sayang padanya.

Dari urian tersebut,  kita sebagai orang tua paham bahwa ternyata sangat banyak manfaat dongeng bagi anak-anak. Selain menyenangkan, dongeng juga sangat menghibur anak. Jadi hiburan tidak harus jalan-jalan atau menghamburkan uang. Ada alternatif hiburan yang sangat efektif dan efisien yaitu mendongeng. Bagi orang tua, jangan ragu meluangkan waktu untuk mendongeng bersama anak disela kesibukan anda.

 

Oleh : Rika Yuni Astuti,S.Pd.SD

Guru SD N Pekutan, Bayan, Purworejo

BERBAGI