Beranda Travelling Kuliner Dorong UMKM Kembangkan dan Lestarikan Kuliner Khas Solo

Dorong UMKM Kembangkan dan Lestarikan Kuliner Khas Solo

Pemkot Solo Sosialisasi Program Madhang

247
SOSIALISISASI: Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo membuka Sosialisasi Program Madhang di Balai Tawang Arum Kompleks Balaikota Solo, Selasa (25/2).
SOSIALISISASI: Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo membuka Sosialisasi Program Madhang di Balai Tawang Arum Kompleks Balaikota Solo, Selasa (25/2).

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Sebanyak 100 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kuliner di Kota Solo mengikuti seleksi Program Madhang yang digelar di Balai Tawang Arum, Kompleks Balaikota Solo, Selasa (25/2). Program tersebut merupakan kerjasama Sampoerna Untuk Indonesia, Madhang, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo dan Tim PKK Kota Solo, BEDO (Business & Export Development Organization).

PIC Program Madhang Solo, Adinindyah mengatakan, Program Madhang merupakan program pendampingan kepada UMKM rumah tangga yang memiliki bisnis atau sedang memulai bisnis kuliner resep keluarga dan masakan rumahan khas Solo. Program sendiri akan dilakukan selama enam bulan mulai dari sosialisasi, pelatihan bisnis dan pendampingan oleh trainer dan ahli di bidang kuliner, bantuan bedah dapur, dan pengadaan alat-alat masak untuk pengembangan usaha.

“Harapannya, UMKM di Solo yang dimulai dari ibu-ibu rumah tangga dapat berdaya,
berkembang sekaligus melestarikan kuliner dan masakan rumahan khas serta meningkatan pariwisata Kota Solo. Selain itu juga kami ingin resep-resep lama warisan tradisi tidak hilang. Kan banyak yang resep-resep jaman dulu yang orang sebenernya nyari tapi karena itu resep lama kadang mereka tidak maju dalam urusan pemasaran kemudain tidak nyambung dengan teknologi, kadang tertinggal dan hilang,” jelasnya.

Adapun untuk mengikuti program tersebut para peserta akan diseleksi setelah selesai sosialisasi. Para UMKM ini akan dilihat dari sisi potensi pengembangan serta memiliki resep masakan khas yang menggambarkan Kota Solo.

“Hari ini akan diseleksi menjadi 30 UMKM. Dan selama dua minggu akan mendapatkan pendampingan. Nantinya dari 30 yang sudah mendapatkan pendampingan akan dikerucutkan lagi menjadi 15 orang yang dinilai memiliki potensi paling besar,” jelasnya.

Peserta yang masuk 15 besar, lanjutnya, tidak hanya mendapatkan pendampingan saja melainkan juga akan dilakukan bedah dapur untuk pengembangan usaha.

“Jadi nanti ada kunjungan melihat dapurnya apasih yang bisa kita bantu untuk kita improve lagi. Memang tidak besar, tapi paling tidak bisa memicu untuk ibu-ibu. Nah, dari 15 ini akan kita krucutkan lagi menjadi lima besar. Untuk mereka akan ada pendampingan dari chef-chef profesional, salah satunya bu Sisca Soewitomo. Mereka juga akan mendapatkan bantuan alat masak, prmosi di media hingga e-commerce. Sedangkan puncaknya nanti akan ada Festival Kuliner sekaligus launching Madhang,” urainya.

Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo berharap,Program Madhang dapat memberikan pengetahuan bagi para pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan kemampuan, kemandirian dan daya saing sekaligus melestarikan kuliner khas Solo, juga diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan keluarga dan menjadi daya tarik wisata kuliner unggulan di kota bengawan.

“Dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Solo, menjadi kewajiban kita bersama untuk mengembangkan pemikiran yang terbaik, yang mampu kita hasilkan sehingga sektor UMKM benar benar mampu berkembang, memiliki daya saing yang tinggi serta mampu mewujudkan kemandirian” ujar Wakil Walikota. (jay/bis/muz)