Beranda Semarang DPR Dukung Pembangunan Jalan di Jateng Harus Mulus

DPR Dukung Pembangunan Jalan di Jateng Harus Mulus

54
BERBAGI
Ketua Komisi D Alwin Basri bersama Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta KArya Bambang NK berbincang soal infrastruktur jalan. FOTO : AHMAD SUUDI/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG  – Penanganan infrastruktur jalan di Jateng dari ujung barat ke timur, utara ke selatan sudah ada perkembangan signifikan. Komisi D DPRD Jateng menginginkan proses betonisasi jalan selebar tujuh meter harus terealisasi.

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi D Alwin Basri saat menjadi pembicara dalam dialog di ruang Komisi D, Rabu (6/12). Turut menjadi pembicara lain Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Bambang NK.

“Dari pentauan lapangan kami, sekarang ini pembangunan jalan sudah menunjukkan perkembangan yang bagus. Di perbatasan dengan Jatim maupun Jabar saja sudah mulur. Sudah tidak ada lagi sindiran lewat di Jatim tidur pulas, sampai Jateng terbangun gara-gara jalan bergelombang dan berlubang,” ungkap dia.

DPRD sangat mendukung upaya pembangunan jalan. Bukti yang dilakukannya adalah soal persetujuan anggaran. Setiap tahun alokasi yang dikucurkan selalu naik.

Pada anggaran 2013, nilai anggaran untuk pembangunan jalan Rp 529 miliar, pada 2014 menjadi Rp 922 miliar, selanjutnya di 2015 naik menjadi 1,8 triliun. Bahkan di 2016, alokasinya sangat besar menjadi Rp 2,1 triliun, dan di 2017 berkurang menjadi Rp 854 miliar.

Dengan anggaran tersebut sekarang ini proses betonisasi sudah sejauh 567 kilometer. Masih kurang 864 kilometer.

“Sesuai Perda No 8/2016 tentang Standaraisasi Jalan Provinsi, kami merekomendasikan jalan provinsi harus selebar tujuh meter dengan kualitas beton. Semua sudah dilakukan di Jateng,” lanjutnya.

Sementara Bambang menegaskan, target 2018 seluruh jalan provinsi sudah dibeton. Ada sejumlah fokus yang dikerjakan. Pertama, akses menuju perbatasan Jatim, Jabar maupun DIY.

Selanjutnya jalan yang menjadi jalur wisata. Bahkan saat ini pihaknya sedang melakukan penanganan di jalur sosebo (Solo, Selo, Borobudur). Jalur tersebut menjadi kawasan strategis pariwisata nasional, mengingat pada 2018 akan terintegrasikan dengan jalur Tol Bawen-Yogyakarta.

Bambang juga menyatakan, fokus lainnya adalah wilayah jalan selatan-selatan. Dari wilayah Wonogiri, Purworejo, Kebumen sampai Cilacap pembangunanya terus dikebut. Untuk perkembangannya sudah ada sejauh 112 kilometer, masih kurang 53 kilometer.

Untuk itulah, Alwin menegaskan, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya tetap harus mempertahankan standar penanganan jalan berlubang. Bila sebelumnya penanganan lima hari setelah ada pelaporan, kini harus dua hari tertambal dengan mulus.(***/udi)