Beranda Hukum & Kriminal DPRD Minta Polres Tindak Tegas Pengusaha Karaoke Bandungan Pekerjakan PK Anak-anak

DPRD Minta Polres Tindak Tegas Pengusaha Karaoke Bandungan Pekerjakan PK Anak-anak

BERBAGI
Salah satu karaoke megah yang berada di pinggir jalan raya Bandungan memampang gambar wanita seksi untuk mengundang para pengunjung, belum lama ini. FOTO:ABDUL MUIZ/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. UNGARAN-  Temuan dugaan pelanggaran sejumlah tempat karaoke di Bandungan, Kabupaten Semarang yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur sebagai Pemandu Karaoke (PK) membuat miris banyak kalangan. Pengusaha karaoke yang melanggar dan menjadikan anak-anak tak ubahnya barang dagangan tersebut harus ditindak tegas.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, H Asof yang mengaku miris mengetahui temuan tersebut. Ia meminta agar kasus tersebut diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Pasalnya, aduan sudah dilayangkan ke pihak kepolisian, maka harus ditindaklanjuti dan dituntaskan.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Bagaimana pun anak-anak merupakan aset masyarakat, dan aset negeri ini. Jangan sampai anak-anak termarjinalkan dari pendidikan apalagi sisi moral akhlaknya. Kami meminta kepolisian harus mengusut tuntas,” tegasnya kepada Jateng Pos di Ungaran, Rabu (17/1).

Langkah akan ditempuh Asof yang juga selaku legislator Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Semarang, akan melakukan pengawalan terhadap kasus ini hingga tuntas agar di kemudian hari tidak terulang lagi kasus serupa.

Pihaknya sekaligus meminta kepada seluruh komponen masyarakat agar bersama-sama turun tangan mencegah dan memberantas ajang kemaksiatan di wisata Bandungan. Hal ini tidak boleh didiamkan untuk menyelamatkan generasi negeri ini.

“Pelanggaran-pelanggaran seperti ini kalau dibiarkan menjadi struktural masif maka berbahaya bagi bangsa ini. Jangan abaikan pelanggaran yang menjadikan anak-anak sebagai korbannya. Kami meminta kepolisian  (Polda Jateng maupun Polres Semarang, red) dapat bekerja secara profesional menuntaskan kasus ini,” tegasnya lagi.

H. ASOF, SE

Asof juga meminta para kiai dan ulama yang berada di daerah-daerah turut melakukan pembinaan secara aqidah kepada anak-anak agar tidak terjerumus kepada kemaksiatan.

“Di kampung-kampung (khususnya di Bandungan, red) masih banyak orang orang baik, yang bisa mengarahkan dan mengajarkan anak-anak menjadi berakhlak dan beraqidah. Seluruh komponen harus turun tangan untuk menyelasaikan masalah ini,” tandasnya.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah mendapat tembusan aduan terkait temuan dugaan pelanggaran yang dilakukan pengusaha tempat hiburan di Bandungan.

“Kami sudah memerintahkan anggota untuk melakukan lidik di lapangan. Aduan sudah kami terima ini langsung kita tindaklanjuti,” ujarnya kepada Jateng Pos, Rabu (17/1) pagi.

Seperti diberitakan sebelumnya,   Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) DR H Endar Susilo, SH, MH mengadukan temuan sejumlah pengusaha tempat karaoke diduga mempekerjakan anak-anak di bawah umur sebagai Pemandu Karaoke (PK).

“Temuan kami di tempat karaoke, panti pijat, dan hotel, juga banyak karyawan tidak diikutkan program BPJS, dan dipacu tenaganya hingga melebih jam kerja. Miras ilegal dijual di karaoke, dan kamar hotel yang dijadikan praktik prostitusi,” ungkapnya. (muz)