Dua Anak Dibawah Umur Nekat Curi Motor

Dua ABG harus berurusan dengan polisi karena mencuri sepeda motor. FOTO : AJI JARMAJI/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Keinginan kuat untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah, membuat FDL (15), berbuat nekat. Dia nekat mencuri sepeda motor milik saudaranya. Saat mencuri, dia mengajak teman sekaligus tetangganya MYS (13). Akibat perbuatannya, kedua Anak baru gede (ABG) itu kini harus berurusan dengan polisi.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi melalui Kasat Reskrim AKP Miftakul Huda mengatakan, peristiwa pencurian itu terjadi pada 15 Juni 2017 pekan lalu, sekitar pukul 19.00. Malam itu, FDL, warga Boyolali Kota itu mengajak temannya MYS ke rumah David Fajar Nugroho (26) di Kelurahan Banaran, Boyolali Kota, yang masih ada hubungan saudara dengan FDL.

FDL mengajak ke MYS ke rumah David untuk mengambil jaket. Sesampainya di rumah David, ternyata rumah tersebut dalam keadaan kosong. Lalu, keduanya masuk ke rumah melalui pintu  belakang yang tidak dikunci.

Di dalam rumah, keduanya melihat ada satu unit motor Kawasaki Ninja dan satu motor jenis bebek. MYS pun tanya kepada FDL, itu motor siapa. Dijawab FDL bahwa itu motor saudaranya. “Lalu FDL menyuruh MYS membawa motor Ninja tersebut,” kata Miftakul Huda, Senin (19/6).

MYS kemudian membawa keluar motor dua tak tersebut dengan dituntun hingga perempatan jalan tak jauh dari rumah David. Sedangkan FDL masuk ke dalam salah satu kamar dan mengambil dua jaket. Lalu dia keluar dan mengunci pintu. Selanjutnya menyusul MYS.

Kedua anak dibawah umur itu selanjutnya pergi bermain ke Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali. “Sepeda motor Ninja itu kemudian disimpan di rumah MYS,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, kedua anak tersebut kini harus berurusan dengan polisi. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka pencurian, namun polisi tidak melakukan penahanan. Pasalnya, keduanya masih dibawah umur dan berstatus pelajar. “Tidak kami tahan,” tandasnya.

Keduanya dijerat pasal 363 JUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat).

Sementara itu FDL mengaku, sepeda motor itu dipakai sendiri untuk pergi ke sekolah. Dia mengaku, orang tuanya memiliki sepeda motor tetapi akan dijual, sehingga dia khawatir tidak punya lagi sepeda motor untuk pulang-pergi sekolah. (aji/mg8)

LEAVE A REPLY