Beranda Jateng Pantura Barat Dua Desa di Tegal Dilanda Longsor, Begini Penampakkan Tanahnya

Dua Desa di Tegal Dilanda Longsor, Begini Penampakkan Tanahnya

BERBAGI
Anggota DPRD Kabupaten Tegal mengecek lokasi bencana di Dukuh Blimbing RT 4 RW 9 Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Rabu (27/12). FOTO:YERRY NOVEL/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. TEGAL– Dua desa di wilayah Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal dilanda longsor. Kedua desa itu yakni, Dukuh Blimbing, RT 4 RW 9, Desa Kajen dan Desa Lebaksiu Lor, RT 3 RW 6. Akibatnya, 20 rumah terancam ambruk dan tempat pemakaman umum (TPU) terancam hilang terbawa longsor.

Informasi di lapangan, tebing Sungai Gung yang berada di sebelah timur dua desa itu mengalami retak sepanjang 500 meter. Retakan itu terjadi sejak beberapa tahun lalu. Terparah, sekitar Oktober 2017, sejumlah tembok rumah retak-retak.

Kondisi serupa juga terjadi pada Senin malam (25/12). Dimana tembok dua rumah milik warga retak. Sedangkan, tebing Sungai Gung di wilayah Kajen bergeser hingga beberapa meter.

”Kejadiannya setelah salat magrib, sekitar pukul 18.00 pada Senin malam (25/12). Tiba-tiba rumah saya berbunyi dan tembok bergerak. Padahal, saat itu tidak ada hujan dan angin,” kata Tamid, 68, warga yang rumahnya retak-retak, saat ditemui di kediamannya, Rabu (27/12).

Seketika itu, Tamid dan istrinya bergegas keluar rumah untuk meminta bantuan warga. Kemudian saat ini, ia bersama keluarganya terpaksa mengontrak di rumah tetangganya. Padahal, rumahnya baru diperbaiki setelah sebelumnya mengalami hal serupa pada awal 2017 lalu. Keluarganya mendapatkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal sebesar Rp 5 juta.

”Kami minta untuk direlokasi, karena tanahnya terus bergerak. Kami khawatir saat ditempati tiba-tiba longsor,” ujar Tamid sedih.

Kasi Pemerintahan Desa Kajen Indra Gunawan menuturkan, imbas longsoran tebing Sungai Gung membuat dua rumah mengalami retak-retak. Kedua rumah itu milik Nur Kholik, 50, dan Tamid. Sementara, kondisi tebing Sungai Gung sudah merekah sepanjang sekitar 500 meter. Jika terjadi longsor susulan, sedikitnya 20 rumah warga bakal ambruk. Selain itu, TPU Lebaksiu Lor dan musala yang berada di tebing Sungai Gung juga terancam longsor.

”Terpaksa kedua keluarga itu mengungsi karena kondisi tanahnya sangat labil, dinding rumahnya juga sebagian sudah retak,” kata Indra.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal M. Khuzaeni mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Setelah meninjau ke lokasi bencana, pihaknya meminta agar secepatnya dilakukan relokasi. Hal itu karena kondisi tebing rawan longsor susulan.

”Ada tanah di sebelah SPBU Kajen yang bisa digunakan untuk tempat relokasi. Tapi, yang ngurus harus Pemkab,” kata politisi Partai Golkar yang mewakili masyarakat Kecamatan Lebaksiu ini.

Semetara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tegal Tedjo Kisworo yang turun langsung ke lokasi bencana meminta agar rumah yang rawan longsor untuk sementara dikosongkan. Pihaknya akan mencarikan solusi dengan mengundang Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pemprov Jateng, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal, dan dinas terkait lainnya pada Jumat (29/12).

”Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi bencana ini,” tandasnya. (yer/fat/jpnn/muz)

BERBAGI