Beranda Jateng Duit Rp 1,4 M Masuk ke Rekening ‘Raja’ Kerator Agung Sejakat

Duit Rp 1,4 M Masuk ke Rekening ‘Raja’ Kerator Agung Sejakat

210
RAJA:'Raja' Keraton Agung Sejagat Toto Santoso di Polda Jateng, kemarin.
RAJA:'Raja' Keraton Agung Sejagat Toto Santoso di Polda Jateng, kemarin.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – ‘Raja’ Keraton Agung Sejagat Toto Santoso tak mau menjawab saat ditanya soal uang setoran para pengikutnya. Namun polisi menemukan ada aliran uang Rp 1,4 miliar ke rekening ‘Raja’ Keraton Agung Sejagat.

“Saya lihat tanggal 13 Desember (2019) ada uang masuk sekitar Rp 1,4 M,” ujar Direskrimum Polda Jawa Tengah Kombes Budi Haryanto di kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (21/1).

Budi mengungkapkan jawaban Toto selalu alot tiap dimintai keterangan soal uang. Pihaknya masih mendalami dari siapa uang tersebut. “Ini perlu pendalaman lagi. Dari satu account,” katanya.

Namun diketahui, setiap ada uang yang masuk ke rekeningnya, Toto akan langsung menarik tunai uang tersebut.

“Jadi (uang) masuk langsung ambil (tarik tunai),” lanjutnya.

Selain ada aliran dana Rp 1 miliar, ‘Raja’ Keraton Agung Sejagat Toto Santoso ternyata juga memiliki utang Rp 1,3 miliar. Namun hingga saat ini belum ada yang datang menagih meski posisi Toto sudah jelas sedang berada di Polda Jawa Tengah, Semarang.

“Sampai sekarang yang merasa diutangi belum ke kami. Kan misal punya utang bank di Jakarta, kan tahu dia di sini, harusnya ke sini,”ujarnya.

Aliran uang Rp 1,4 miliar ke rekening Toto pada akhir 2019 tak ada kaitannya dengan utang Toto. Dia menjelaskan aliran dana itu masuk pada 13 Desember 2019, sedangkan utang Toto disebut sudah ada beberapa tahun lalu.

“Utangnya kan lama, yang ini tanggal 13 Desember, utang sudah tahun berapa itu,” jelasnya.

Kabar soal utang itu terungkap setelah polisi mengumpulkan bahan keterangan terkait Toto, yang pernah tinggal di Jl Mangga Dua VII RT 012/005, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Di sana, polisi meminta keterangan soal riwayat Toto kepada Puji Hariyati selaku Ketua RW 005 dan Manaf selaku Ketua RT 012 RW 005 Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Kepada polisi, Manaf mengatakan Toto punya permasalahan utang Rp 1,3 miliar. Pada 2015, Toto pernah meminta tolong kepada Manaf untuk pindah alamat ke Cawang, Jakarta Timur, tapi ditolak karena ada permasalahan utang itu.

Di kesempatan terpisah, Toto sempat ditanya soal setoran uang dari pengikutnya. Namun dia emoh menjawab dengan alasan menyerahkan kasusnya kepada polisi.

“Nggak bisa komentar (soal setoran uang dari pengikut) saat ini,” ujar Toto kepada wartawan di ruang Direskrimum Polda Jateng, Semarang pagi tadi.

Menurutnya, proses hukum akan terus berjalan dengan semestinya. Dia memasrahkan kasusnya terkait Keraton Agung Sejagat diungkap oleh Polda Jateng.

“Agar supaya tidak ada kekeliruan nanti. Biar proses hukum yang menjawabnya nanti,” pungkasnya.

Saat ini Toto masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Ia ditetapkan menjadi tersangka bersama ‘permaisuri’-nya, Fanni Aminadia, atas kasus penipuan dan berbuat onar berkedok Keraton Agung Sejagat.(dtc/udi)