Beranda Jateng Durian Sukun Jadi Buah Andalan Tuntang

Durian Sukun Jadi Buah Andalan Tuntang

BERBAGI
Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha memukul genderang tanda dibukanya Festival Durian Tuntang di halaman Stasiun Tuntang, Sabtu (10/3). FOTO:DHANI/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. UNGARAN- Meski desa Delik dan Tuntang selama ini sudah dikenal sebagai penghasil durian legit dan enak rasanya. Untuk lebih mengenalkan buah unggulan Kecamatan Tuntang tersebut maka diadakan festival bazar durian di halaman Stasiun Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu dan Minggu, (10-11/3).

Panitia Bazar, Durian Haryo Yudiantoro mengatakan jika kegiatan merupakan yang pertama, diadakan bersamaan  dengan ulang  tahun Java ke-22 sekaligus HUT kabupaten Semarang ke 497. Warga ingin mengangkat potensi durian khas delik tuntang.

“Munculnya ide bazar durian kali ini saat saya bertemu dengan Kepala Dinas Pariwisata bu Dewi dan kita sepakat mengangkat buah Durian” kata Haryo.

Kepala desa Delik, Marsono mengaku jika jenis durian Sukun asal Delik mempunyai ciri khas, buahnya kecil tapi kulitnya tebal dan rasanya manis-pahit atau sejenis dengan duren dari Malaysia, Musang King.

Bahkan Potensi  durian asal Delik  dikenal masyarakat luar daerah karena tidak kalah  dengan daerah lain di Indonesia. “Meski duren lokal namun kulitnya tebal, dengan cirri khas warna kuning tebal dan tahan lama,” Marsono.

Saat ini di Desa Delik sendiri terdapat 50 petani durian  yang menanam durian jenis Sukun. Rata rata petani memiliki minimal  20 pohon bahkan ada yang memiliki 200 pohon, dalam festival kali ini durian yang disajikan asli dari tuntang dan delik bukan durian asal daerah lain.

“Jika sedang musim harga  eceran durian mencapai  30 ribuan terutaam saat  panen raya bulan Februari-Maret, namun jika diluar bulan itu harganya bisa 2 kali lipat bahkan lebih,” katanya.

Kelezatan durian Sukun sudah terkenal, terbukti banyak tamu Hotel Tlogo Resort yang sengaja memesan durian untuk dibawa sebagai buah tangan ke Jakarta, Bandung, Surabaya atau Balikpapan.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyambut positif upaya Bumdes Desa Delik dalam hal pemanfaatan buah Durian. “Ternyata buah Durian ini tidak hanya dimakan buah utuh namun bisa juga dibuat  nugget, browines dan kue pisang durian serta kripik durian,” kata Ngesti.

Ngesti berharap petani juga perlu mengembangkan alternatif pasca panen durian. Agar harga durian tidak anjlog saat panen raya. “Durian Sukun ini termasuk salah satu durian andalan Kabupaten Semarang, sehingga perlu dicari langkah agar harga tetap tinggi agar petani diuntungkan,” katanya

Kepala Desa Tuntang, Moh Nadirin mengaku bangga dengan apa di wilayahnya. Karena di Kabupaten Semarang ternyata menyimpan banyak potensi buah durian yang terkenal, salah satunya adalah di Tuntang.

“Di lain pihak saat panen raya kadangkala membuat petani binggung mau dibuat apa, sementara jika dijual buah maka harganya akan jatuh, untuk itulah Saat ini ada banyak varian dari buah durian yang akhirnya dibuat nugget durian dan kolak durian yang bisa menjadi alternative lain makan buah durian,” kata Nadirin. (dni/muz)

BERBAGI