Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Easy Learning dengan Whatsapp Group

Easy Learning dengan Whatsapp Group

BERBAGI
Suci Diyah Setiawati, S.Pd. SMA N 1 Subah-Batang
Suci Diyah Setiawati, S.Pd. SMA N 1 Subah-Batang

Zaman Now! Manusia diseluruh penjuru bumi sudah pasti tidak bisa lagi terpisah dengan teknologi. Gadget adalah teknologi kekinian yang paling dominan digunakan manusia. Bayangkan, hingga hal yang terkecil sekalipun manusia menggunakan gadget. Dari seluruh profesi, ibu rumah tangga dan bahkan tuna karya sekalipun menghabiskan hampir sebagian besar waktunya untuk memencet keypad touchscreen gadget. Hal positif dan negatif kali ini berjalan beriringan di dunia maya. Bahkan “cyber crime” juga sudah seperti epidemi ditengah kehidupan manusia, disamping pola hidup manja yang semakin merajalela. Bayangkan, untuk sekedar beli pecel lele saja orang menggunakan teknologi internet bukan?

Terlebih lagi kita semakin sulit mengelak dengan kecenderungan negatif yang terjadi pada penggunaan gadget diusia sekolah. Pornografi memegang rate tertinggi kegiatan negatif siswa sekolah yang ditimbulkan karena pemakaian jejaring sosial diinternet. Disamping tentu saja kebiasaan kebiasaan buruk yang juga timbul karenanya. Ada baiknya profesional dibidang  pendidikan menengah terus berusaha menyajikan inovasi-inovasi positif pada penggunaan gadget oleh siswanya, tentu saja dengan cara menggunakan media yang ada diinternet untuk keperluan pembelajaran yang baik.Salah satu konten yang ada di internet adalah teknologi “WHATSAPP”.

Adalah Jan Koum seorang tukang sapu kelahiran Ukraina yang pada tahun 1992 hijrah ke Amerika Serikat dengan mimpi meraih kehidupan yang lebih baik. Singkat cerita, setelah berbagai daya upaya dilakukan, Jan Koum menghabiskan waktunya bekerja perusahaan perusaahan besar seperti Yahoo. Dia akhirnya sukses menciptakan Whatsapp. Sebuah aplikasi pesan yang pada akhirnya menjadi situs komunikasi yang paling diminati manusia sejagat. Menggunakan nama awal “Whats up” yang artinya apa kabar karena  dulu hanya  dipakai sekedar untuk menanyakan kabar.

Semua kalangan menyukai Whatapps termasuk anak SMA. Tidak salah jika WA bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran. Yang pertama harus dilakukan guru adalah tentu saja membuat grup Whatsapp (selanjutnya saya sebut WAG) untuk salah satu mata pelajaran tertentu. Kemudian tentukan schedule belajar dan konsultasi bersama, misal cukup satu hari (2 jam ) dalam seminggu. Ada banyak tujuan kegiatan yang dilakukan,bisa saja review yg sudah diajarkan atau juga bisa preview pelajaran untuk esok hari.

Guru sebagai centre (pemandu) dan siswa juga dipersilakan memberikan masukan tentang satu pokok bahasan ,di akhir session guru akan menyampaikan kesimpulan kebenaran.

Sebagai contoh kelas X IPA 1 mempunyai jadwal setiap malam Kamis jam 19.00 tepat, berdiskusi di group WA bersama guru pengampu pelajaran Kimia. Malam Kamis pada kesempatan kali ini diagendakan review pokok bahasan tata nama senyawa.yang sudah diajarkan pada kesempatan kegiatan belajar dikelas, sebelum melangkah tentang persamaan reaksi. Awal session, guru bisa saja meminta seluruh siswa untuk menyebutkan nama nama senyawa dengan diberikan rumus molekulnya, seperti kita ketahui sebelumnya bahwa penentuan tata namasenyawa dikemas dalam aturan aturan tertentu. Secara acak siswa akan bersemangat berebut menyebutkan nama tersebut. bagaimanapun naluri persaingan akan sangat berperan saat itu, guru akan tahu siapa saja yang aktif menjawab karena di sudut chat tertera nama nama siswa.

Kemudian guru akan memberikan perbaikan perbaikan pada penulisan yang salah dan sebagainya.  Akan sangat mengena jika guru menggunakan bahasa bahasa yang lebih “fun” dan kekinian mengikuti suasana yang biasa tercipta pada layaknya chat2 di WA, karena di grup WA tentu saja tidak sama dengan suasana KBM formil kelas di sekolah. Demikian selanjutnya hingga di akhir session guru akan memberikan simpulan.

Beberapa manfaat akan dipetik dari kegiatan chating di grup WA antara lain yang pertama mudah diingat siswa karena pengulangan pelajaran yang disampaikan secara formil di sekolah apalagi banyak “part of fun “ yang akan selalu diingat siswa. Yang kedua siswa akan lebih nyaman karena tidak banyak aturan yang mengikat seperti yang diterapkan di sekolah. Yang ketiga guru bisa terbantu mengidentifikasi secara khusus siswa yang sudah faham betul, kurang faham, dan bahkan yang tidak faham sama sekali . Hal tersebut sangat bermanfaat untuk pengayaan dan proses evaluasi penilaian, dan yang tidak kalah penting, guru bisa mengevaluasi dirinya tentang cara mengajar. Hal ini membuat guru untuk terus memperbaiki diri.

Nah, Whatssapp bisa saja jadi sesuatu yang sangat berguna bukan? Jadi tidak semua kemajuan teknologi menjadi sangat menakutkan, dengan berinovasi Whatssapp akan jadi wahana belajar yang sangat menyenangkan.

Suci Diyah Setiawati, S.Pd.

SMA N 1 Subah-Batang

BERBAGI