Beranda Travelling Eksotisme Alam dan Lokal Budaya “ Curug Gondoriyo “

Eksotisme Alam dan Lokal Budaya “ Curug Gondoriyo “

654
WISATA ALAM : Pengunjung tengah pose di titik venue wisata alam Curug Gondoriyo Beringing Ngaliyan Semarang. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.
WISATA ALAM : Pengunjung tengah pose di titik venue wisata alam Curug Gondoriyo Beringing Ngaliyan Semarang. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANGT – Curug Gondoriyo, Satu dari sekian daya tarik wisata baru di Kota Semarang, mampu menyuguhkan panorama alam yang dikemas sebagai wisata malam. Kombinasi curahan air terjun dengan tata lighting dan lingkungan yang alami memanjakan mata pengunjung (wisatawan).

Tak sekedar eksotisme wisata alam, ragam fasilitas pendukung juga menjadi daya tarik pengunjung. Sala satunya adalah, cafe bledug yang menyajikan menu khas yakni ‘ nasi bledug ‘ dan ‘ wedang sinom’  semakin menambah kenyamanan wisatawan memanjakan untuk berlama – lama di Curug Gondoriyo sebagai salah satu destinasi wisata alam teranyar yang dikelola penduduk sekitar dan Pemkot Kota Semarang.

Arifin, Ketua Pokdarwis Gondoriyo Semarang, mengatakan Curug Gondoriyo yang terletak di Dusun Karang Joho, Kalurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Dari pusat kota hanya berjarak kurang lebih 14 KM atau 36 menit perjalanan. Kehadirnya yang sudah dikemas secara profesional, diharap mampu menjadi destinasi andalan wisata alam khususnya di Semarang.

“ Pada siang hari pengunjung dapat menikmati berbagai macam atraksi. Antara lain Talang Londho adalah aliran air yang terbuat dari kayu yang sudah bertahun – tahun masih awet sampai kini. Dibawah talang londho ada gua alami yang kononya belum banyak dijamah orang. Ada pula beberapa spot selfie seperti jembatan comblang, gembok cinta maupun gubuk Patemon yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk mengambil gambar dan bersantai disana,”jelasnya, kepada Jateng Pos, belum lama ini.

Selaian keindahan pemandangan dalam kategori wisata alam dan air, Curug Gondoriyo juga mempunyai menu khas yang dikelola oleh penduduk setempat dan menjadi juga menjadi andalan bagian dari ragam fasilitas khususnya kuliner.

“ Nasi Bledug adalah menu khas penduduk sekitar Curug Gondoriyo yang dulu dikonsumsi pada saat ada acara slametan (doa bersama). Tumbukan padi dari lesung lalu dipilah berasnya dan dicampur dengan jagung yang sudah di tumbuk halus. Campuran beras dan jagung tumbuk dibledug  memakai kayu bakar. Kelebihan nasi bledug dengan nasi biasa adalah aroma nasi bledug lebih enak  dan dan juga lebih tahan basi,”papar Haryanti penggerak wisata alam Curug Gondoriyo yang akrab disapa bu RW.

Dari keragaman wisata dan budaya setempat, diharap Curug Gondoriyo kedepan benar-benar mampu menjadi idola baru wisatawan, khususnya yang gemar berpetualang menikmati indahnya alam dengan eksotisme keaslianya. (ucl)