Beranda Jateng Embung dan Pertanian Bagian Program Utama TMMD

Embung dan Pertanian Bagian Program Utama TMMD

410
Pembangunan Embung dalam TMMD untuk tunjang sektor pertanian. Foto: ARI SUSANTO/JATENG POS
Pembangunan Embung dalam TMMD untuk tunjang sektor pertanian. Foto: ARI SUSANTO/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN -Pembangunan embung merupakan salah satu target utama program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reg 103 di Desa Sukorejo, Sragen. Pembuatan embung ini dengan tujuan agar sawah-sawah di desa lereng gunung Lawu ini dapat dialiri air dari embung terutama di sektor pertanian.

Salah satu contoh anggota Kodim 0725/Sragen Sertu Wiyono Babinsa Koramil 10/Tangen yang ikut serta melaksanakan TMMD, sebelumnya ikut tim kerja di cor jalan Dukuh Segagan. Kemudian dia ditarik  Danton Satgas TMMD untuk ikut membantu mengerjakan  pekerjaan pembuatan embung tersebut.

Sertu Wiyono sebagai TNI dengan ikhlas hati siap melaksanakan perintah dari atasan agar pembuatan embung tersebut cepat selesai tak lupa partisipasi warga setempat yang penuh semangat dan antusias juga mengundang simpati dari teman-teman anggota TNI lainya yang memberi semangat bertugas di TMMD.

Kopda Ahmad Syafiq (35) menuturkan, kepada seluruh masyarakat Desa Sukorejo agar mereka selalu mengingat kerbersamaan antara TNI dengan masyarakat pada saat membangun Embung dan semoga di kemudian hari Embung ini dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Desa Sukorejo.

“Terpenting melalui TMMD, bukti nyata bahwa semangat TNI untuk selalu membangun dan memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat akan selalu di kenang di masa mendatang,” tutur Kopda Ahmad Syafiq.

Disisi lain, sasaran non fisik kegiatan TMMD kerjasama dari Dinas Pertanian lakukan penyeluhan pertanian. Penyuluh pertanian Dispertan Sragen Sularmin memperkenalkan kepada para petani kita beberapa alternatif model pertanian. Semisal LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture). Dimana dengan LEISA ini kemandirian petani lebih terjamin, selain itu juga ramah lingkungan.

Keberlanjutan ekologis adalah upaya mengembangkan agroekosistem agar memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kurun waktu yang lama melalui pengelolaan terpadu untuk memelihara dan mendorong peningkatan fungsi sumber daya alam yang ada. Pengembangan sistem juga berorientasi pada keragaman hayati (biodiversity).

“Praktik-praktik budidaya tanaman yang menyebabkan dampak negatif pada lingkungan harus di hindari. Saking akrabnya petani dengan pola asal semprot-semprot ini ditunjukkan dengan kebiasaan mereka menyebut pestisida sebagai obat. Padahal pestisida adalah racun (pest=hama sida=racun) bukan obat,” jelas Sularmin.

Sistem yang harus dibangun juga menyediakan fasilitas untuk mengakses informasi, pasar dan sumberdaya yang terkait pertanian. Hal mana harus menjamin “harga keringat petani” untuk mendapat nilai tukar yang layak, untuk kesejahteraan keluarga tani dan keberlanjutan modal usaha tani.(ars/bis)