Beranda Uncategorized Empat LMDH Nekat Membangkang

Empat LMDH Nekat Membangkang

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID.PATI – Empat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di kawasan Balai Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Regaloh, mendatangi Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Pati, Rabu (31/1) kemarin.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan penolakan kerjasama penanaman tebu, yang dilakukan antara KPH Perum Perhutani dengan Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus.

LMDH dikawasan BKPH Regaloh yang menyatakan menolak kerjasama penanaman tebu itu, berasal dari LMDH Sumber Makmur Desa Sumbermulyo dan LMDH Aman Sentoso Desa Guwo.

Selain itu, menyusul penolakan dari LMDH Wonosari Lestari Desa Purwosari dan LMDH Panduwana Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu. Penolakan disampaikan LMDH kepada KPH Perum Perhutani Pati.

Namun sayangnya, keinginan LMDH itu belum tersampaikan langsung kepada Administrator KPH Perhutani Pati. Alasannya, kedatangan perwakilan LMDH ke Perhutani tanpa ada surat pemberitahuan terlebih dahulu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ruslan menegaskan, pola kerjasama penanaman tebu antara KPH Perum Perhutani dengan Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus,dinilai  tidak menguntungkan LMDH.

Sebab selama ini, kata Ruslan, kalangan petani anggota LMDH yang menggarap kawasan hutan di BKPH Regaloh.

Jika kerja sama itu dipaksakan, kata Ruslan, kalangan petani anggota LMDH akan melakukan aksi. Selain memutus mata pencaharian petani, tanaman tebu juga memiliki resiko tinggi terkait keamanan hutan dan desa penyangga hutan.

“Untuk itulah kami bersama perwakilan empat LMDH datang ke kantor Perhutani untuk bertemu dengan ADM KPH Perhutani Pati. Tujuannya meminta kejelasan terkait kerjasama PG. Rendang yang hendak menanami tebu di KPH Regaloh,” terangnya.

Apapun alasan dari Perhutani Pati, imbuh Ruslan, pihak LMDH akan menolak mentah-mentah. Keinginan masyarakat jika ada lahan Perhutani yang bisa dimanfaatkan, akan dimanfaatkan untuk ditanami polowijo sebagai penghasilan warga.

Ruslan menjelaskan bahwa anggota 4 LMDH kecewa, lantaran mereka gagal bertemu dengan Administrator KPH Perum Perhutani Pati.

Sementara itu, Wakil Administrator KPH Perum Perhutani Pati Agus Ridwan, menyatakan bahwa Perhutani siap memberikan kesempatan untuk beraudensi kepada masyarakat, termasuk LMDH.

Hanya saja, kata Agus, belum ada surat pemberitahuan lebih dulu. Karena itu, KPH Perum Perhutani belum dapat menerima kehadiran empat LMDH untuk beraudensi.

“Setelah ada surat pemberitahuan masuk, kami akan terima warga untuk audiensi. Tetapi hari ini, ADM ada urusan lain, sehingga tidak bisa menemui warga,”  tandasnya.

Sesuai rencana, empat LMDH akan kembali mendatangi KPH Perum Perhutani Pati, setelah menyampaikan surat pemberitahuan lebih dulu. Mereka kembali akan meminta kejelasan terkait kerjasama penanaman tebu antara KPH Perum Perhutani Pati dengan PG Rendeng Kudus.(edy)