Beranda Jateng Empat Pusaka Dikirab Menjelang Hari Jadi Kabupaten Banyumas

Empat Pusaka Dikirab Menjelang Hari Jadi Kabupaten Banyumas

474

JATENGPOS.CO.ID, Purwokerto – Sebanyak empat pusaka Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikirab menjelang Hari Jadi Ke-448 Kabupaten Banyumas yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2019.

Kirab empat pusaka yang terdiri atas Tombak Kiai Genjring, Keris Nala Praja, Pustaka Mulia Stambul (Al Quran berukuran kecil, red.), dan Keris Gajah Endra itu dilaksanakan dari Pendopo Wakil Bupati Banyumas menuju Pendopo Sipanji dengan menyusuri Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu.

Kegiatan tersebut diawali dengan upacara penyerahan Tombak Kiai Genjring dari Bupati Banyumas Achmad Husein kepada Suba Manggala (pemimpin pasukan, red.) yang diperankan oleh Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Banyumas Komisaris Polisi Zaenal Arifin yang selanjutnya diserahkan ke pasukan pembawa pusaka.

Selanjutnya, iring-iringan kirab diberangkatkan dari Pendopo Wakil Bupati Banyumas menuju Pendopo Sipanji yang diawali dengan barisan pembawa Lambang Daerah Kabupaten Banyumas diikuti Suba Manggala yang menaiki seekor kuda, pasukan pembawa Tombak Kiai Genjring, Keris Nala Praja, Pustaka Mulia Stambul, dan Keris Gajah Endra.

Selain itu, dalam iring-iringan kirab tersebut terdapat sebuah kereta kuda yang dinaiki sosok Raden Djoko Kahiman (Bupati Pertama Banyumas) beserta istri yang diperankan oleh Kakang-Mbekayu Banyumas serta diikuti pasukan pembawa foto Bupati Ke-2 Banyumas hingga Bupati Ke-30 Banyumas Mardjoko. Sementara Bupati Ke-31 Banyumas Achmad Husein beserta istri dan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono beserta istri berada di tengah iring-iringan kirab.

Kirab tersebut juga diikuti anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Banyumas, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banyumas, serta kepala organisasi perangkat daerah yang didampingi istri masing-masing dengan mengenakan pakaian adat Jawa Banyumasan.

Prosesi budaya tahunan itu juga dimeriahkan dengan barisan berbagai kesenian tradisional Banyumas seperti musik kentongan.

Sesampainya di halaman Pendopo Sipanji, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memimpin prosesi “palereman” untuk menyemayamkan keempat pusaka yang baru dikirabkan ke tempatnya kembali.

Salah seorang warga Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Tati mengaku sengaja datang ke Purwokerto untuk sekadar menyaksikan Kirab Pusaka Kabupaten Banyumas.

“Hitung-hitung nostalgia karena saat masih belajar di SMKI Banyumas pada tahun 1999-2001, saya pernah ikut jadi peraga kirab. Sekarang giliran anak saya yang sekolah di SMK Nasional Purwokerto jadi peraga kirab,” katanya. (udi/fid)