Beranda Jateng Empat Sekolah Terdampak Tol Masih Tempati Gedung Relokasi

Empat Sekolah Terdampak Tol Masih Tempati Gedung Relokasi

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID. KENDAL– Setidaknya empat sekolah yang terkena imbas pembangunan jalan tol Batang-Semarang di sejumlah wilayah kecamatan di kabupaten Kendal hingga kini belum ada kejelasan terkait ganti lahan maupun pembangunan gedung baru.

Empat sekolah tersebut yakni, SD Sumberagung 1 dan SD Sumberagung 2 Kecamatan Weleri, SD Sumbersari, Kecamatan Ngampel, SD Protomulto Kecamatan Kaliwungu Selatan dan SMP 2 Pegandon, Kecamatan Pegandon.

Hampir selama tiga bulan terakhir ini, empat sekolah tersebut setiap melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) harus menempati tempat relokasi di Gedung Madrasah Diniyah (MI) di desanya masing-masing.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Joko Supratikno, mengatakan jika untuk penentuan lokasi maupun  pembangunan gedung sekolah pengganti masih menunggu kesepakatan (MoU) antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Desa.

“Sebab sekolah maupun tanah itu merupakan aset desa. Jadi kesepakatannya antara desa dengan BUJT, bukan dengan Disdikbud. Baru setelah ada kesepakatan akan kami mintakan persetujuan atau mengetahui Kepala Daerah yakni Bupati Kendal,” katanya, Rabu (7/2).

Namun hingga sejauh ini, kesepakatan antara BUJT dengan Desa belum dilaksanakan. Sehingga pihak Disdikbud belum bisa menentukan lokasi dimana empat sekolah itu akan dibangun nantinya. “Kami hanya fasilitator saja antara BUJT dengan Desa dan sekolah,” tandasnya.

Salah satu sekolah terdampak tol, SMP 2 Pegandon di Desa Rejosari. Bangunan sekolahnya bersebelahan persis dengan proyek tol Semarang- Batang. Tiga ruang kelas yang berada di sebelah selatan sekolah itu sudah rata dengan tanah.

Kepala SMP 2 Pegandon, Darmono mengatakan beberapa waktu lalu dirinya mengikuti rapat antara pihak pengembang proyek dengan pihak dari pemkab mengenai nasib sekolah yang dipimpinnya. “Hasil rapatnya nanti sekolah kami akan direlokasi ke tempat baru. Lokasinya tidak jauh dari lokasi yang saat ini,” ucapnya.

Ia berharap jika benar akan direlokasi maka aset yang dimiliki sekolahnya tetap sama di lokasi yang baru. “Kalau sudah demi kepentingan nasional, mau tidak mau kami harus mengalah, asalkan jika berada di lokasi baru maka kami mendapatkan apa yang kami miliki sebelumnya,” ucapnya.

Sementara itu, Humas PT Waskita Karya Proyek tol Semarang – Batang Seksi IV dan V, Agus Khozin menuturkan pihaknya memastikan segera menyediakan lokasi baru untuk sekolah yang terkena dampak pembangunan proyek tol.

“Secepatnya kami akan carikan lokasi baru dan di bangun sekolah baru,” tuturnya. (via/muz)