Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Encerkan Rumus Fisika dengan Kartu Ajaib

Encerkan Rumus Fisika dengan Kartu Ajaib

158
BERBAGI
Sri Sarmiasih,S.Pd. Guru SMKN 2 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri
Sri Sarmiasih,S.Pd. Guru SMKN 2 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – Pembelajaran fisika dengan menggunakan kartu Ajaib ini juga untuk mengurangi kesan negatif terhadap permainan kartu remi yang selama ini terkesan negatif. Dimana pada umumnya permainan kartu remi biasanya digunakan dalam judi. Melalui hal tersebut kami berinisiatif untuk menggunakan kartu-kartu tersebut dalam metode pembelajaran fisika. Permainannyapun sangat sederhana, dimana konten dari kartu itu sendiri dibagian tengah kartu berisi rumus turunan beserta satuannya sedangkan pada bagian pojok kartu adalah satuan pokoknya. Permainannya sangat mudah dimana kita hanya tinggal mencocokkan bagian tengah kartu dengan bagian pojok kartu yang dikeluarkan oleh lawan main kita dan harus sesuai. Permainan ini juga dapat divariasikan dimana selain dengan memainkan kartu bisa difariasikan dengan sambil menyebutkan rumus dan aplikasinya sehingga secara tidak langsung pemain akan menghafalkan rumus fisika tersebut.

Permainan ini telah di berikan kepada salah satu sekolah di Wonogiri dan terbukti melalui hasil prre test dan post test mereka mengalami peningkatan.  Terbukti dengan pembelajaran kartu ini siswa-siswa tersebut mengalami peningkatan hafalan rumus-rumus fisika dan mereka mulai termotivasi untuk belajar fisika. Selain itu setelah dilakukan uji coba dalam sebuah perlombaan antar kelas Dimana perlombaan ini dilakukan dengan berbagai tahapan. Tahapan 1 dan 2 dilakukan perlombaan dengan bermain kartu sambil menyebutkan rumus dan aplikasi rumus tersebut. Selanjutnya selain memainkan kartu tahap ke 3 dilanjutkan dengan menjawab soal-soal fisika setara olimpiade fisika dan sangat menakjubkan dimana siswa-siswa tersebut mampu menjawab soal-soal tersebut dengan baik. Untuk itu program ini mendapat tanggapan positif dari pihak sekolah dimana pengurus OSIS berinisiatif akan mengadakan lomba yang sama di sekolah ini. Hal ini sesuai dengan harapan yaitu mampu untuk menciptakan media yang atraktif dan interaktif dalam belajar fisika. Strees belajar fisika, Kartu Ajaib  solusinya.

Ketika masih SMA, artis serta pemain film dan sinetron Feby Febiola (33) menganggap Fisika bukan pelajaran mengasyikkan. Rumus-rumus asing yang baru dikenalnya tidak berhasil menggugah minatnya. Dia tidak mengetahui kaitan dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tuntutan peran sebagai guru Fisika bernama Debora dalam film layar lebar terbaru, Semesta Mendukung (Mestakung), membuat Feby kembali belajar Fisika. Film itu mengangkat perjuangan anak yang mencari ibunya. ”Dulu kurang suka karena sepertinya kebanyakan rumus dan enggak tahu gunanya. Tapi waktu mau shooting Mestakung, saya mendapat pelajaran Fisika singkat,” ceritanya. Ternyata kali ini Feby malah melihat Fisika sebagai pelajaran menarik dan mengasyikkan. Apalagi dia bukan cuma menghafal rumus rumit, melainkan juga melakukan berbagai percobaan. Walau hanya belajar sebentar, dia menikmatinya. Sama sekali berbeda dengan pengalamannya saat SMA. Saat belajar Fisika, banyak menemukan hal menarik karena lekat dengan keseharian. Misalnya saja pemakaian microwave. ”Kalau tahu Fisika ada hubungan dengan kehidupan kita sehari-hari, mungkin dulu saya lebih tertarik ke Fisika, ya,” kata Feby tertawa. (BEE).

Fisika biasanya dianggap sebagai mata pelajaran yang menjadi momok bagi sebagian besar siswa sekolah,banyak hal yang menyebabkan antara lain tidak paham konsep dan tidak hafal rum,us bingung dengan satuan ,ditambah lagi tidak hafal lambang besaran dan masih banyak lagi alasannya sehingga fisika itu menjadi sulit. Di sisi lain pelajaran fisika dapat memberikan kontribusi nilai memuaskan bagi siswa jika mereka mau mengambil jalan kreatif dengan menggunakan trik yang disebuit penulis . Cara bermainya hampir sama dengan kartu bridge, seperti adanya permainan poker, tebak rumus, sekop seven, dan lain-lainnya. Program tersebut termasuk rangkaian acara Workshop Grid Split dengan jargon andalan, Physich for Fun ke sekolah MTs. Unggulan Amanatul Ummah Surabaya. Acara tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan minat anak-anak SMP/MTs terhadap mata pelajaran fisika

Dalam acara launching tersebut, para peserta yang terdiri dari kelas delapan sangat antusias. Mereka aktif bertanya, sampai ikut lomba yang diadakan tim Grid Split. Dari pihak sekolah sangat memberikan antusias positif dalam program Grid Split ini. Menurut salah satu pengurus MTs, Unggulan Amanatul Ummah, Bapak Safruddin, acara ini sangat memberikan motivasi kepada siswa-siswi kami, sehingga siswa-siswi kami lebih termotivasi untuk menggandrungi rumus-rumus fisika. Jika tidak keberatan, kami harapkan program Grid Split ini bisa di sosialisasikan ke sekolah Amanatul Ummah yang ada di Pacet, Mojokerto, imbuhnya.

Hasil survei di beberapa sekolah yang telah saya lakukan, ternyata Fisika adalah mata pelajaran yang tak disukai. Namun, diunggulkan oleh siswa (kelas 10, XI IPA, dan XII IPA). Berbeda jika jam mata pelajaran kesenian atau olahraga telah tiba, mereka (siswa) menyambutnya dengan suka ria bahkan ingin selamanya belajar seni dan olahraga saja. Jujur, sebenarnya Fisika itu relatif artinya bisa dikatakan sulit bisa pula dikatakan mudah. Saya berada di golongan yang beranggapan bahwa Fisika itu mudah bukan “kelihatan” mudah (tidak sombong). Mengapa? Karena di dalam diri sudah saya tanamkan minat belajar Fisika yang tinggi.

Lalu kenapa Fisika diunggulkan? Karena, Fisika mata pelajaran paling keren! Terkesan hebat dan punya kasta tertinggi di kelas IPA. Bahkan ada istilah, belum sempurna seorang yang mengaku anak IPA kalau nilai fisikanya masih di bawah 80. Siswa selalu beranggapan jika nilai Fisika  mendapat skor  90 s/d 100 baru itu anak IPA yang cerdas dan rajin.

Sri Sarmiasih,S.Pd.
Guru SMKN 2 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri
BERBAGI