Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Environmental Learning , Tingkatkan Aktivitas Belajar

Environmental Learning , Tingkatkan Aktivitas Belajar

69
Feri Dian Rosadi, S.Pd.SD SDN 3 KANCILAN, Jepara

Kegiatan 3D sering dilakukan sebagian siswa dalam pembelajaran di kelas. Lalu apa itu 3D? 3D adalah kegiatan siswa yang Datang, Duduk, Diam. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pengalaman belajar, kurangnya motivasi belajar siswa, dan rendahnya kemampuan awal siswa dalam penguasaan materi sebelumnya. Akibatnya siswa kurang aktif dan suasana belajar menjadi menjenuhkan.

Kejenuhan siswa dalam belajar dipengaruhi beberapa faktor; pertama tempat belajar; kenyamanan tempat belajar menjadi hal mendasar bagi tumbuhnya minat dan aktivitas dalam pembelajaran. Suasana belajar di dalam kelas yang terus menerus, membuat siswa cepat bosan. kedua model pembelajaran, model pembelajaran yang kurang menarik dan cenderung konvensional juga dapat membuat anak tidak semangat dan kurang aktif dalam belajar, sehingga diperlukan berbagai model pembelajaran agar menarik siswa belajar.

Dari permasalahan ini penulis menerapkan model environmental learning (EL) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Ali (2010:26) model environmental learning adalah model pembelajaran yang mengedepankan pengalaman siswa hubungannya  dengan alam sekitar, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami isi materi yang disampaikan”. Wayan (http://guru-kbm.blogspot.com/) pendekatan/model Environmental Learning, suatu pendekatan pembelajaran yang mewajibkan guru berusaha untuk meningkatkan keterlibatan pembelajar (siswa) melalui pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Hamalik (2013) jenis-jenis lingkungan yang dapat dipakai sebagai sumber belajar oleh siswa antara lain: 1) lingkungan sosial, lingkungan masyarakat baik kelompok besar atau kecil, 2) lingkungan personal meliputi individu-individu sebagai suatu pribadi berpengaruh terhadap individu pribadi lainnya, 3) lingkungan alam (fisik) meliputi semua sumber daya alam yang dapat diberdayakan sebagai sumber belajar, 4) lingkungan kultural mencakup hasil budaya dan teknologi yang dapat dijadikan sumber belajar dan yang dapat menjadi faktor pendukung pengajaran. Dalam konteks ini termasuk sistem nilai, norma, dan adat kebiasaan.

Model environmental learning bertujuan agar siswa dapat dengan mudah berinteraksi dengan bahan pelajaran yang telah disusun dan disesuaikan dengan model pembelajaran. Bahan pembelajaran yang disajikan kepada siswa disusun dengan melibatkan lingkungan sekitar. Artinya, pembelajaran bisa dilakukan di dalam kelas juga di luar kelas. Hal ini bertujuan agar siswa lebih nyaman dan aktif dalam proses pembelajaran.

Lalu bagaimana aplikasi dan implementasinya?Siswa kelas VI SD Negeri 3 Kancilan melaksanakan pembelajaran model environmental learning di sebuah kawasan gang Hijau yang mayoritas warganya memanfaatkan lahan pekarangan rumah mereka untuk ditanami beberapa tanaman seperti, buah, sayur, obat dan hias dengan sistem pot dan polybag.  Di sepanjang jalan gang juga ditanami tanaman buah dan jahe yang tersusun rapi sehingga memberikan kesan indah dan asri. Selain itu dikawasan ini juga dilengkapi sarana lain seperti rumah bibit, bak sampah, apotek hidup dll. Sehingga dirasa sangat menarik dan cocok apabila dijadikan sebagai tempat belajar. Disini siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman lebih mulai dari cara memperbanyak tanaman atau proses perkembangbiakan tanaman baik secara vegetatif maupun generatif.  Menyiapkan media tanam, melakukan proses tanam, perawatan tanaman sampai dengan melakukan pemanenan beberapa tanaman untuk dikonsumsi. Dari kegiatan ini antusiasme dan aktivitas siswa meningkat.  Siswa aktif belajar baik dalam praktek ataupun ketika menggali informasi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan enviromental learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan dapat menumbuhkan kecintaan dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Feri Dian Rosadi, S.Pd.SD

SDN 3 KANCILAN, Jepara