Beranda Nasional Erick Tohir Lepas Jabatan Presiden Inter Milan Demi Alasan Ini

Erick Tohir Lepas Jabatan Presiden Inter Milan Demi Alasan Ini

517
Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Bambang Wuryanto (kanan) saat menghadiri acara Pelantikan dan Konsolidasi TKD Jateng Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/10/18). Antara

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Pengusaha Erick Thohir mengkonfirmasi sudah melepaskan jabatan Presiden klub sepak bola Italia, Inter Milan, demi mengemban amanah sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Erick menyatakan bahwa melepas jabatan profesional yang dimilikinya bukan kali pertama dilakukan, sebab hal itu juga ditempuhnya kala dipercaya menjadi Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018.

“Ketika saya diberikan tugas saat itu, mengurus Asian Games ya mau tidak mau saya mengundurkan diri dari perusahaan saya. Karena 2 tahun 3 bulan dalam persiapan Asian Games itu sangat berat kalau tidak fokus,” kata Erick, saat ditemui di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN Jokowi-Ma’ruf, di Surabaya, Sabtu.

“Nah, ketika selesai Asian Games sekarang dipercaya oleh seluruh pimpinan partai koalisi, Pak Capres, Pak Cawapres. Ini kan amanah, amanah ini harus benar-benar dilaksanakan,” ujarnya menegaskan.

Erick mengakui bahwa sejak Jumat (26/10) semalam, jabatan Presiden Inter Milan telah dialihkan kepada rekanan pemilik klub tersebut, Steven Zhang.

Kendati sudah tak lagi menduduki jabatan presiden klub, Erick memastikan dirinya masih memiliki saham kepemilikan klub berjuluk Nerrazurri tersebut.

“Kalau ditanya masih punya saham, ya masih, tapi kita berikanlah kesempatan. Apalagi kebetulan Steven masih cukup muda, bagus kita dorong,” katanya lagi.

Zhang menjadi presiden ke-11 Inter. Ia merupakan putra dari pengusaha Zhang Jindong, pemilik kelompok usaha retail elektronik Suning Holding Group yang membeli mayoritas saham klub itu pada 2016. (drh/ant)