Beranda Nasional Erupsi Diprediksi Lebih Besar, BNPB Minta Semua Koordinasi

Erupsi Diprediksi Lebih Besar, BNPB Minta Semua Koordinasi

BERBAGI
Gunung Agung mengeluarkan lava dan abu vulkanik mencapai ketinggian 3.000 meter, Minggu (26/11) pagi. Abu vulkanik berwarna kuning kemerahan sebagai tanda bahaya.

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi erupsi Gunung Agung, Karangasem, Bali bisa semakin besar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan untuk mengantisipasi keadaan tersebut ia meminta semua pihak berkoordinasi

Sebab, kata dia, saat ini, Gubernur Bali telah menetapkan tanggap darurat bencana Gunung Agung. “Dengan begitu saat ini pengungsian menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Hanya semua juga kementerian terkait bisa memiliki peran,” kata Sutopo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/11).

Dia mengatakan bupati di lokasi bencana terkait bertanggung jawab melakukan penanganan bencana di daerahnya. Sutopo menegaskan bupati dan jajarannya sudah siap untuk menangani dampak dan bencana tersebut.

Selain bupati, Sutopo memastikan BNPB juga berkoordinasi dengan dengan kementerian atau lembaga terkait. “Basarnas, Kemensos, Kemenkes, Kementerian PUPR, Kemenpar, dan lainnya untuk mendampingi dan memperkuat pemerintah daerah baik soal pendanaan, logistik, dan tertib administrasi,” jelas Sutopo.

Dia memastikan rencana dengan skenario terburuk untuk mengantisipasi erupsi Gunung Agung juga sudah disusun. Jika letusan besar seperti saat 1963, lanjut Sutopo, maka semua pihak sudah memiliki langkah untuk mengatasinya.

Sementara itu sebanyak 445 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terdampak karena penutupan sementara untuk mengantisipasi gangguan penerbangan yang disebabkan abu vulkanik Gunung Agung, Denpasar, Bali.

“Akibat penutupan sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, terdapat 445 penerbangan yang terdampak, baik penerbangan menuju maupun dari Bali,” kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I Israwadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (27/11).

Ia mengatakan penerbangan yang berangkat dari Bali dibatalkan atau ditunda. Sedangkan penerbangan menuju Bali yang sudah berangkat sebelum 07.15 WITA akan dialihkan pendaratannya ke beberapa bandara sekitar Bali.

“Kami perkirakan ada 445 penerbangan yang akan mengalami pembatalan, yaitu 196 rute internasional dan 249 rute domestik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penerbangan yang akan tiba ke Bali, dia mengatakan pihaknya sudah menyiagakan lima alternatif bandara yaitu Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara Sultan Hasanussin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta.

Adapun langkah-langkah persiapan, Israwadi menuturkan, khususnya yang berkaitan dengan layanan kepada para penumpang, yaitu menyiagakan bus untuk alih moda transportasi para calon penumpang dengan tujuan Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bai, pusat informasi layanan pengembalian biaya tiket dan penjadwalan ulang tiket, gerai khusus konsulat jenderal untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing, memberikan hiburan berupa musik dan tarian tradisional Bali serta layanan tambahan berupa minuman dan makanan ringan.

Untuk informasi perkembangan kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dapat menghubungi hotline (0361) 9351011 ext. 5055, Posko Terpadu ext 6300. Sedangkan untuk hotline Bandara Lombok Praya dapat menghubungi posko terpadu (0370) 6157000 ext. 888 atau dapat menghubungi call center PT Angkasa Pura I (Persero) di 172.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup pada Senin (27/11) sejak pukul 07.15 WITA hingga Selasa (28/11) akibat dampak dari debu vulkanik Gunung Agung.

Sementara itu, Bandara Internasional Lombok Praya kembali dibuka pada Senin (27/11) pukul 06.00 WITA setelah sempat ditutup sejak Sabtu (26/11) pukul 17.55 WITA akibat dampak langsung debu vulkanik Gunung Agung di Bali.

Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo menginformasikan, sebanyak 100 bus disiapkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk melayani calon penumpang yang batal berangkat akibat penutupan aktivitas penerbangan karena erupsi Gunung Agung. Para calon penumpang tujuan domestik yang gagal berangkat diarahkan melalui jalur darat.

“Kalau penumpang yang harus meninggalkan Bali, maka dia diangkut pakai bus. Dari bandara disiapkan 100 bus untuk mengatasi permasalahan dari Bandara Ngurah Rai. Itu 40 (bus) DAMRI dan 60 dari Organda,” kata Sekjen Kementerian Perhubungan Sugihardjo kepada wartawan di kantor Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/11).

Penumpang yang ingin melanjutkan keberangkatan dengan pesawat akan diarahkan ke Banyuwangi dan Surabaya menggunakan bus yang disiapkan.
 

“Kemudian kalau hanya menyambung kereta api itu dari Banyuwangi itu sekarang ada 6 rangkaian ke empat kota. Tadi ada ke Yogya, ke Jember, ke Malang, dan Surabaya,” sambung Sugihardjo.

Karena pengalihan jalur transportasi ini, Kemenhub memastikan jadwal penyeberangan laut ke Banyuwangi akan diperbanyak. Diantisipasi juga gangguan pada jalur kereta karena curah hujan tinggi.

“Kita sudah sediakan lokomotif kereta yang bisa menerabas genangan sehingga bisa transit dan yang dari Banyuwangi setop di situ, dan diangkut dari sini menuju Surabaya,” ujar Sugihardjo.(jwn/rep/udi)