Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Experiential Learning Tingkatkan Minat Belajar Matematika

Experiential Learning Tingkatkan Minat Belajar Matematika

78
Hartuti,S.Pd.SD Guru SD N 1 Purwasaba
Hartuti,S.Pd.SD Guru SD N 1 Purwasaba

Matematika adalah ilmu yang berdiri sendiri dalam mempelajari hal yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Dalam belajar matematika diperlukan pemahaman dan penguasaan materi terutama dalam membaca simbol, tabel dan diagram yang sering digunakan dalam matematika serta struktur matematika yang kompleks, dari yang konkret sampai yang abstrak, apalagi jika yang diberikan  adalah soal dalam bentuk cerita yang memerlukan kemampuan penerjemahan soal ke dalam kalimat matematika dengan memperhatikan maksud dari pertanyaan soal tersebut.

Masalah yang sering muncul dalam proses belajar matematika yaitu kurangnya keaktifan siawa, siswa kadang kala cepat lupa materi yang baru saja di sampaikan yang mengakibatkan siswa sulit untuk memahami materi tersebut. Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya masalah tersebut diantaranya yaitu kurang tepatnya pendekatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru, sehingga mengakibatkan siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, selain itu bisa terjadi karena strategi atau model serta metode yang dilakukan tidak sesuai dengan materi sehingga tidak memotivasi siswa.

Dalam hal ini tugas seorang guru harus jeli dalam mengolah kegiatan dalam proses belajar mengajar. Pada proses pembelajaran matematika materi skala kelas V di SDN 1 Purwasaba, Kec Mandiraja guru sudah memaksimalkan proes belajar tapi hasil yang di peroleh tidak sesuai yang di harapkan masih bnayak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal skala. Untuk mengatasi masalah tersebut guru mencari dan mencoba beberapa tehnik dan model pembelajaran yang cocok dengan materi tersebut yaitu untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam belajar skala, guru mencoba  menggunakan model pembelajaran Experiential Learning.

Kita semua tentunya sudah sering mendengar kata model dan tahu apa itu model. Model bisa diartikan barang atau benda tiruan dari benda sesungguhnya seperti globe yaitu model bumi yang kita tempati. Menurut Mahfudin, model pembelajaran experiential learning merupakan model pembelajaran yang diharapkan dapat menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, dimana murid mengalami apa yang mereka pelajari.

Melalui model ini, siswa tidak hanya belajar tentang konsep materi belaka karena dalam hal ini murid dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran untuk dijadikan suatu pengalaman. Hasil proses pembelajaran experiential learning tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga subjektif dalam proses belajar.

 Kita contohkan monas, semua tentunya sudah tahu monas itu, Dengan mendengar kata monas aja siswa sudah membayangkan betapa tingginya monas tersebut misalkan di gambar di buku gambar sesuai aslinya tentunya buku gambarnya tidak cukup.

Langkah-langkah yang di lakukan guru dalam pembelajaran dengan model Expeiental Learning adalah sebagai berikut : a). Guru menjelaskan konsep.b) Guru mengarahkan siswa untuk mengamati gambar,misal gambar monas,rumah,denah dll.c) Guru mengarahkan peserta didik untuk memprediksi berapa luas gambar sesungguhnya.d) Guru membimbing untuk menggambar monas dengan skala yang sudah di temukan.

Dalam hal ini siswa telah membuat monas dengan miniatur yaitu dengan menggunakan skala dengan begitu siswa terlibat langsung penggunaan skala dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya menghitung dengan menggunakan rumus saja. Dari pengalaman pembelajaraan tersebut membuat siswa tidak cepat lupa dengan pelajaran yang telah di ajarkan. Sedangkan skala itu sendiri adalah perandingana antara jarak pada gambar dengan jarak yang sebenarnya. Skala juga di gunakan pada peta,denah, untuk membuat muket atau miniatur bangunan. Muket biasanya dibuat untuk keperluan pameran bangunan yang akan di bangun.

Dengan menerapkan model Experiental Learning selain tidak cepat lupa akan materi yang telah di ajarkan siswa juga lebih senang dalam mengikuti pembelajaran. Pengetahuan yang tercipta dari model ini merupakan perpaduan antara memahami dan menstransformasi pengalaman. Pepatah mengatakan bahwa “pengalaman adalah guru yang paling baik”.

Oleh :

Hartuti,S.Pd.SD

Guru SD N 1 Purwasaba

Kec. Mandiraja

Banjarnegara