Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Finger Print Tingkatkan Proses Pembelajaran Di Sekolah

Finger Print Tingkatkan Proses Pembelajaran Di Sekolah

BERBAGI
Slamet Priyanto,S.Pd Guru SMP Negeri 2Toroh, Kab. Grobogan
Slamet Priyanto,S.Pd Guru SMP Negeri 2Toroh, Kab. Grobogan

GROBOGAN – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak sekedar ditentukan oleh profesionalisme guru saja, tetapi juga dibutuhkan etos kerja atau disiplin guru. Disiplin kuat yang dimiliki guru, merupakan salah satu hal penting. Guru yang datang tepat waktu dan tidak meninggalkan kelas sebelum pelajaran berakhir adalah salah satu contoh yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Tantangan dunia pendidikan pada zaman sekarang ini adalah tantangan bagi guru di dalam berhubungan dengan siswa dalam proses belajar mengajar. Guru diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajar, hasrat ingin tahu, dan minat yang kuat pada siswanya untuk mengikuti pelajaran di sekolah dan partisipasi aktif di dalamnya. Sebab semakin banyak yang aktif  dan termotivasi untuk belajar maka semakin tinggi prestasi belajar yang diperolehnya.

Guna menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas dalam mencapai tujuan pendidikan diera sekarang ini, maka diperlukan guru-guru yang penuh kesetiaan dan ketaatan pada peraturan yang berlaku dan sadar akan tanggung jawabnya. Dengan kata lain kedisiplinan para guru sangat diperlukan dalam meningkatkan tujuan .

Untuk itu, menegakkan disiplin guru di sekolah merupakan hal yang sangat penting, Darwis A. Sulaiman (1979:128) menjelaskan bahwa “keberhasilan pendidikan di sekolah guru memegang peranan penting, karena guru merupakan panutan bagi murid-muridnya bahkan guru tidak hanya panutan bagi murid-muridnya, tetapi juga merupakan contoh teladan bagi masyarakat lainnya. Dengan demikian jelaslah bahwa jika guru di suatu sekolah disiplin, maka personil lainnya terutama murid-muridnya akan disiplin juga”.
Uraian di atas menunjukkan bahwa kedisiplinan guru sangat besar pengaruhnya dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kedisiplinan guru juga dipengaruhi oleh sikap prilaku dan tindakan pimpinan suatu sekolah.

Guru di sekolah dituntut menjadi seorang panutan yang baik bagi siswanya, atau ia harus dapat memberikan contoh yang baik ketika mengajar sebagai cerminan bagi siswanya bagaimana berperilaku yang baik. Jadi ketika bertindak, siswa selalu berpatokan pada sikap atau perilaku di sekolah, inilah yang dinamakan tugas guru tidak hanya mengajar melainkan ada yang lebih urgen lagi yaitu mendidik. Kedisiplinan dapat memotivasi siswa untuk belajar karena siswa biasanya akan mengikuti perilaku gurunya. Dengan adanya kesadaran diri untuk melaksanakan kedisiplinan di dalam mengajar, maka diharapkan semua kegiatan yang dilaksanakan sehari-hari dapat membuahkan hasil yang baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh guru di sekolah adalah memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau anak didik yang selaras dengan tujuan sekolah. Hal itu akan terjadi bila tingkat kehadiran guru maksimal. Sehingga proses tatap muka dengan peserta didik yang dalam melaksanakan kegiatan belajarnya bisa optimal, mana bisa kalau masih banyak ditemui guru yang sering izin dengan berbagai alasan, tetapi pada daftar hadir manualnya setiap bulan sebagai laporan di tandatangani penuh sebulan, apalagi untuk guru bidang studi biasanya yang bersangkutan masuk sekolah jika ada jam saja jika tidak ada jam mengajar tidak masuk sekolah.

Kepala sekolah tidak berdaya dalam mengatasi kehadiran guru karena dalam kenyataanya guru telah minta izin dan lagi pula atasan belum pernah memberikan sanksi yang mendasar untuk menertibkan guru, hanya diberi himbauan dan pembinaan biasa.. Sehingga diperlukan suatu upaya untuk mendorong seorang guru berbuat disiplin. Upaya guna merekam kehadiran guru khususnya PNS, pemerintah telah mengambil langkah dengan menerapkan teknologi digital yaitu berupa  finger print atau tanda sisdik jari. Sistem ini merupakan salah satu cara yang ditempuh  guna mendisiplinkan guru. Jika tidak membubuhkan sidik jari maka diyakinkan bahwa guru tidak melakukan suatu pembuktian kehadiran yang berakibat menjadi suatu ketidak hadiran atau absensi. Absensi berarti tidak melakukan tanda tangan atau dibilang tidak masuk kerja.

Finger print yang dimaksud adalah suatu bentuk perekaman yang dilakukan untuk mengetahui jejak kehadiran guru setiap hari, dengan cara ini jika guru hadir akan menempelkan induk jari kiri untuk bukti kehadiran pada jam berapa guru hadir, dan pada jam pulang, sehingga pada akhirnya setelah satu bulan dapat dilaporkan ke atasan atau ke pusat .Sekolah yang menggunakan Finger print  untuk guru akan dapat meminimalisir indispliner yang biasa terjadi. Selain meminimalisir kecurangan atau budaya titip absen, Mesin absen modern ini juga menghitung waktu dengan tepat. Mesin absen digital dapat mengurangi pemborosan kertas dan tinta seperti halnya absen manual.

Selanjutnyamanajemen sekolah juga tidak akan bingung dalam penghitungan absen untuk nilai ataupun gaji staff dan guru, Semuanya bisa dilihat dari data pada mesin absen Penerapan  finger print perlu dikembangkan untuk meningkatkan disiplin guru yang selanjutnya akan memberikan motivasi ekstern kepada guru supaya lebih professional dan displin. Diharapkan dengan diberlakukan finger print ini akan memberikan kontribusi kepada meningkatnya pembelajaran di sekolah

Slamet Priyanto,S.Pd

Guru SMP Negeri 2Toroh, Kab. Grobogan

BERBAGI