Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Flanelgraf Tingkatkan Kemampuan Membaca Anak Tunagrahita Ringan

Flanelgraf Tingkatkan Kemampuan Membaca Anak Tunagrahita Ringan

79
Drs Andar Suprianto Pengajar SLB C Setya Darma Surakarta
Drs Andar Suprianto Pengajar SLB C Setya Darma Surakarta

Tunagrahita merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan intelektualnya dibawah rata – rata. Anak tunagrahita memiliki kelemahan dalam berfikir dan menalar.

Akibat dari kelemahan tersebut anak tunagrahita mempunyai kemampuan belajar dan beradabtasi social dibawah rata – rata. Anak yang mempunyai taraf kecerdasan yang rendah , maka untuk meniti tugas perkembangannya ia sangat membutuhkan Pendidikan dan bimbingan secara khusus.

Anak tunagrahita dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu Tunagrahita berat, Tunagrahita sedang dan Tunagrahita Ringan. Anak Tunagrahita berat disebut juga idiot.Mereka mempunyai IQ 30 – 50. Mereka sangat membutuhkan bantuan perawatan secara total dalam kehidupan sehari – hari.

Anak tunagrahita sedang sering disebut juga imbisil. Mereka mempunyai IQ 30 – 50 . Mereka masih mampu mengurus diri sendiri, melindungi diri sendiri dari bahaya seperti menghindari dari kebakaran , berjalan di jalan raya, berlindung dari hujan dan sebagainya. . Anak tungrahita sedang sangat sulit bahkan tidak dapat belajar secara akademik seperti belajar menulis , membaca dan berhitung. Walaupun mampu secara social , misalnya menulis nama sendiri dan alamat rumah.

Anak tunagrahita ringan disebut juga moron atau debil. Mereka mempunyai IQ 50 – 70.Mereka masih dapat mengikuti kegiatan akademik dan masih dapat dilatih untuk kegiatan kehidupan sehari – hari dan tugas yang lebih komplek tapi masih memerlukan bantuan orang lain.

Anak tunagrahita ringan pada umumnya mengalami kesulitan didalam mengeja atau membaca atau yang sering disebut disleksia. Karena kesulitan membaca atau disleksia itulah yang menyebabkan nilai mata pelajaran rendah. Mereka tidak dapat membaca bukan karena mereka tidak mengenal huruf , akan tetapi mereka mengalami kesulitan didalam merangkai huruf -huruf menjadi suku kata atau kata bahkan kalimat sederhana. Walaupun mereka bisa membaca, pasti mereka membaca dengan mengeja berulang – ulang, sehingga cukup lama bila membaca sebuah kata – kata ataupun kalimat. Hal tersebut banyak dialami oleh siswa SLB C Setya Darma Surakarta.

Dengan keadaan sedemikian rupa maka, mereka memerlukan atau membutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat membantu untuk dapat membaca dengan baik dan lancar walaupun secara sederhana.

Flanelgraf adalah media pembelajaran membaca yang berupa guntingan – guntingan gambar atau huruf yang bagian belakangnya dilapisi ampelas atau magnit. Guntingan gambar atau huruf ditempelkan pada papan yang dilapisi kain flanel yang berbulu.
Pada flanelgraf guntingan gambar atau huruf dapat dipindah-pindah sehingga memungkinkan menarik perhatian siswa , bahkan siswa dapat berperan aktif. Gambar atau huruf dapat ditambah atau dikurangi jumlahnya termasuk susunanya dapat diubah – ubah. Pembelajaran dapat disetting sesuai kebutuhan individu.

Media flanelgraf telah penulis pergunakan untuk membantu siswa kelas V dalam belajar membaca. Hasilnya siswa dapat membaca dengan lancar tidak lagi mengeja.

Penggunaan flanelgraf dimulai dengan bercerita lebih dahulu, kemudian mulai masuk ke pelajaran pokok, Guru berdiri disamping papan flanel. Libatkanlah anak atau siswa dalam pembelajarannya, Mintalah salah seorang siswa atau secara bergantian untuk ke depan melakukan apa yang diperintahkan guru , dan nilailah apakah penyajian tersebut sudah sesuai perintah guru atau tidak.

Penulis lakukan kegiatan tersebut berulang – ulang sehingga anak atau siswa mampu menguasai atau dapat menulis dan membaca dengan baik. Setelah anak atau siswa dapat membaca dengan baik, guru tidak boleh berhenti begitu saja , tetapi mereka masih perlu bimbingan secara terus menerus,, walaupun siswa atau anak sudah cukup mampu membaca dengan baik, kita jangan lupa mintalah kepada orangtua untuk tetap melatihnya setiap hari.

Drs Andar Suprianto
Pengajar SLB C Setya Darma Surakarta