FOSTAM Kerjasama Jateng Pos dan Laziz Jateng Salurkan Bantuan Sembako Dampak Corona

    97
    BANTUAN: Warga menerima bantuan sembako dari FOSTAM tahap pertama yang diserahkan Selasa (7/4/2020). Foto:istimewa for jatengpos.co.id

    JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Forum Silaturahim Takmir Masjid dan Musholla (FOSTAM) Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020) membagikan bantuan sembako untuk warga terdampak wabah corona di seputaran kelurahan Gedawang dan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik Semarang. 

    Bantuan tahap pertama ini disalurkan sebanyak 103 paket sembako senilai Rp 10.300.000.  Dari sumbangan masjid dan musholla sekitar Gedawang, RT/RW, Pondok Pesantren Alburhan, para dermawan,  dan donatur pribadi anggota FOSTAM. 

    “Ini bantuan tahap pertama, insyaa Alloh segera menyusul tahap berikutnya karena masih banyak saudara kita yang membutuhkan,”kata H Muchlis Fauzi, SA.g, Ketua FOSTAM saat membagikan sembako di Kampung Gedawang Lor.

    Menurut Muchlis, pembagian tahap pertama ini dipusatkan di dua tempat. Di masjid An Nuur Gedawang Pesona sebanyak 28 orang, di Gedawang Lor 32 orang, sisanya di masjid Kopkar, dan kampung-kampung setempat. Setiap paket bantuan berisi beras 5Kg, gula 1 Kg, minyak 900 ml, telor 10 butir, dan mie satu box.

     

    Menurut Muchlis, ini saatnya yang tepat bagi masyarakat untuk menyedekahkan harta terbaiknya membantu warga yang berkesusahan akibat wabah corona. 

    “Semua memang sedang susah. Justeru saat susah itulah kita ditantang untuk memberikan yang terbaik. Insyaa Alloh bobotnya lebih berat ketimbang saat kita ringan,”jelasnya.

    Menurutnya, ada kisah mengharukan saat pembagian sembako kemarin.  Ada keluarga janda yang menangis saat menerima bantuan. Janda tiga anak itu mengaku sudah dua hari tidak memasak karena tidak punya bahan makanan. Karena itu saat sembako diberikan langsung dimasak untuk anak-anaknya.

    “Dia buruh cuci pakaian yang dibayar harian. Saat pemerintah mewajibkan social distan, dia berhenti kerja sehingga tidak punya penghasilan,”imbuhnya.

    Jumlah warga yang terdampak corona seperti itu menurutnya cukup banyak. Terutama pekerja harian dan sektor informal. Mereka sudah mulai kelimpungan akibat berhenti kerja dan harus mengurung diri di rumah sesuai himbauan pemerintah. Namun pemerintah belum juga memberikan solusi ekonomi.

    “Karena itu butuh kepedulian kita semua untuk membantu sesama. Mari kita tengok jamaah masjid kita,  tetangga kita. Yang sedang kesulitan harus kita bantu,”ajaknya.

    Ditambahkan Muchlis, program donasi yang digalang FOSTAM ini diberi tema “Lumbung Fostam Peduli Dampak Corona”. Baru dibuka satu minggu setelah masa darurat corona. Sampai Selasa tanggal 7 April kemarin sudah terkumpul Rp 20.555.000. Program akan dibuka terus sampai masa tanggap darurat selesai. 

    “Bahkan Lumbung Fostam akan kita buka selamanya untuk mengumpulkan donasi warga atau jamaah masjid.  Silahkan masjid-masjid dan warga berdonasi untuk kita kumpulkan di lumbung FOSTAM dalam bentuk uang maupun sembako. Warga atau jamaah masjid yang membutuhkan tinggal ambil. Intinya Lumbung FOSTAM harus menjadi pusat bantuan ekonomi umat,”terangnya.

    Program ini semakin kuat karena dikerjasamakan dengan lembaga sosial yang lain. Seperti LAZIZ JATENG, Jateng Pos, RT/RW, masjid/musholla, dan tokoh-tokoh masyarakat. Sebagai lumbung FOSTAM dipusatkan di Masjid Assalam Damai Perumahan Gedawang Permai I Kel Gedawang. 

    Muchlis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para pihak yang sudah menyedekahkan hartanya melalui FOSTAM. Karena program ini terus berjalan dia berharap para dermawan untuk terus membantu.

    “Semoga Alloh menerima sedekah para dermawan semua dan membalas dengan pahala berlipat dunia akherat. Dengan wasilah sedekah semoga Alloh menyelamatkan kita semua dari balak yang ada.”

    Winarto, Ketua RW 01 Kampung Gedawang Lor mewakili warga penerima bantuan menyampaikan terimakasih kepada FOSTAM dan para donatur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya wabah corona membuktikan bahwa si kaya dan si mikin tidak boleh hidup sendiri-sendiri. Semua harus bersatu melawan wabah corona maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat 

    “Yang kaya harus berbagi kepada yang susah untuk menolak balak, yang susah sebagai media sedekah supaya fungsi sosial berjalan. Karena kelak akan datang suatu masa sedekah tidak ada artinya karena tidak ada lagi orang yang mau menerima sedekah. Semua orang sudah cukup dan tidak lagi butuh disedekahi,”katanya.

    Dia juga berpesan kepada warganya untuk selalu waspada dengan wabah corona. Dengan cara hidup sehat. Sesering mungkin mandi atau mencuci tangan dengan sabun. Bermasker setiap saat. Menguatkan daya tahan tubuh dengan makan yang bervitamin dan bergizi. (jan)