Beranda Hukum & Kriminal Frustasi Berpisah dengan Anak, Jukir Nekat Nyabu

Frustasi Berpisah dengan Anak, Jukir Nekat Nyabu

109
KETAGIHAN: Kapolsek Serengan, Kompol Giyono menunjukkan barang bukti dan tersangka saat gelar perkara sabu-sabu di mapolsek Senin kemarin.
KETAGIHAN: Kapolsek Serengan, Kompol Giyono menunjukkan barang bukti dan tersangka saat gelar perkara sabu-sabu di mapolsek Senin kemarin.

JASTENGPOS.CO.ID,SOLO – Frustasi pasca bercerai dengan istri dan berpisah dengan keempat anaknya, Agus Himawan (39) melampiaskannya dengan menggunakan sabu-sabu. Akibatnya, warga Sumber, Banjarsari tersebut harus kembali meringkuk di dalam tahanan Mapolsek Serengan.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir (jukir) itu ditangkap saat mengambil paket sabu-sabu yang dipesan dari salah satu kenalannya saat sama-sama berstatus narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) klas IA Solo beberapa tahun lalu.

“Tersangka diketahui merupakan residivis kasus narkoba dan pernah dihukum satu tahun penjara karena menggunakan sabu,” jelas Kapolsek Serengan, Kompol Giyono.

Kapolsek mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan masyarakat yang menyebut ada transaksi narkoba di dekat hotel yang ada di kawasan Singosaren. Petugas yang mendapat informasi pun langsung menuju lokasi yang dimaksud dan melihat gerak-gerik pelaku yang mencurigakan.

“Pelaku kami amankan dan kami periksa. Di saku celana yang kami temukan handpone dan sebungkus rokok yang berisi tujuh batang rokok dan paket kecil sabu-sabu seberat 0,55 gram. Karena itu tersangka langsung kami bawa ke Mapolsek,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku dan sabu, petugas juga mengamankan uang tunai Rp250.000 dan ponsel Samsung J5 warna putih. Tersangka sendiri dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, Agus mengaku sudah dua dua tahun belakangan kembali menggunakan sabu pasca bebas dari penjara lantaran frustasi dicerai istri. “Saya stres berat setelah cerai dengan istri. Sekarang empat orang anak saya bersama orang tua di Bogor, Jabar,” ujar Agus.

Dalam satu bulan, Agus mengaku biasa membeli sabu sebanyak enam kali dengan harga Rp300 ribu per paketnya. Sabu tersebut dibeli dari Lilik yang dikenalnya saat sama-sama menjadi tahanan. Begitu juga saat ditangkap petugas, ia baru saja mengambil paket sabu di Jalan Gatot Subroto setelah sebelumnya mengontak Lilik. “Sabunya saya pakai sendiri, biasanya makenya di kamar mandi,” imbuhnya. (jay/saf)